Tembus Angka 300 Ribu, Senator Filep Soroti Angka Pengangguran di Papua Barat

Manokwari, TopbNews.com – Tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana hingga tembus angka 300 ribu orang berdasarkan data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), menuai kritikan dari senator DPD-RI Dapil Provinsi Papua Barat, Filep Wamafma.

Senator “Jas Merah” menegaskan, kondisi ini wajib menjadi perhatian pemerintah daerah. Faktanya, keterbatasan lapangan pekerjaan muncul karena banyak lulusan perguruan tinggi masih bergantung pada rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Perguruan tinggi setiap tahun gelar wisuda, tetapi belum menciptakan peluang kerja, sehingga banyak sarjana yang menjadi pengangguran,” ungkap Filep Wamafma kepada sejumlah media di Manokwari, (23/3/2025).

Anggota DPD-RI periode 2024–2029 yang juga menjabat Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) mensarankan agar kedepan perlu ada pengkajian dan evaluasi. “Sebagai pimpinan perguruan tinggi, kami memandang perlu untuk evaluasi lulusan dan mengkaji peran STIH Manokwari kedepan sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Papua Barat,” pesannya.

Visi transformasi aku Filep, sejalan dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus dalam pengembangan pendidikan vokasi yang memberikan afirmasi bagi tenaga kerja di Tanah Papua. “Langkah strategis yang akan diambil STIH Manokwari adalah memperluas cakupan program studi. Saat ini STIH hanya memiliki prodi hukum. Kedepan salah satu prodi unggulan yang akan kami kembangkan adalah Manajemen Teknologi, yang akan berkolaborasi dengan berbagai sektor industri, termasuk seni dan bidang lainnya,” sebut Filep.

Filep menambahkan, program perluasan cakupan bidang pendidikan sebagai upaya perubahan, sehingga kualitas perguruan tinggi tidak lagi diukur dari berapa banyak lulusan yang dihasilkan, sebaliknya seberapa banyak lulusan yang terserap di dunia kerja.

“Sekarang ini kita tidak bisa lagi terus menunggu penerimaan PNS. Karena itu kami berkomitmen segera melakukan perubahan. Karena kualitas perguruan tinggi tidak lagi diukur dari berapa banyak lulusannya, tetapi dari seberapa banyak lulusan yang terserap di dunia kerja,” pesan Filep sembari menginformasikan jika semua persiapan berjalan lancar, dalam waktu dekat STIH akan melakukan transformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menjadi Institut Hukum dan Pembangunan Manusia Papua.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!