Stok Beras Bulog Manokwari 11.400 Ton, Aman Hingga Lima Bulan Kedepan

Manokwari, TopbNews.com – Perum Bulog Cabang Manokwari memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Manokwari dan kabupaten penyangga dalam kondisi aman menjelang beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi Idul Fitri.

Pimpinan Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, menjelaskan bahwa saat ini total stok beras yang dikuasai Bulog Cabang Manokwari mencapai sekitar 11.400 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.900 ton telah tersedia di gudang Bulog Manokwari, Stok itu merupakan sisa pengadaan akhir tahun 2025, sementara sisanya sekitar 9.500 ton masih dalam proses pengiriman secara bertahap.

“Iya, itu stok kami ada sekitar 11.400 ton”, ujar Sheika Irawaty, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, stok beras yang masih dalam Perjalanan tersebut berasal dari Makassar dan Surabaya, Jawa Timur. Selain beras medium, Bulog Manokwari juga memiliki stok pangan lainnya, yakni beras premium sebanyak 16 ton, gula 28 ton, serta minyak goreng sekitar 55.000 liter.

Sheika menambahkan, dengan perhitungan kebutuhan dan pola penyaluran yang telah dipetakan, ketersediaan stok pangan dipastikan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

“Kalau kita estimasi, tiga bulan ke depan pasti aman. Bahkan sampai lima bulan ke depan masih aman”, ujarnya.

Bulog Cabang Manokwari sendiri membawahi lima wilayah, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Pegunungan Arfak. Untuk penyaluran beras ASN, Bulog melayani Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, serta tingkat provinsi, sementara Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan tidak termasuk dalam layanan tersebut.

Terkait stabilisasi harga, Sheika menyampaikan bahwa Bulog terus melakukan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar, toko, Rumah Pangan Kita (RPK), serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama pemerintah daerah. Hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan harga beras SPHP di pasar masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“HET kita 67.500 rupiah, tapi rata-rata di pasar itu 65.000 rupiah”, jelasnya.

Ia menegaskan, program SPHP dinilai efektif dalam menekan gejolak harga beras di pasar tradisional karena memberikan alternatif beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, Bulog memastikan tidak terdapat kendala distribusi maupun penyimpangan harga di lapangan.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram kepada keluarga penerima manfaat telah rampung 100 persen sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Bulog juga memastikan seluruh penugasan penyediaan komoditas pangan berjalan sesuai ketentuan, dengan pengaturan pengiriman dan distribusi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menutup keterangannya, Sheika berharap penugasan pemerintah kepada Bulog dapat terus berjalan optimal sehingga beras SPHP dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat dan kebutuhan pangan di Manokwari serta wilayah penyangga tetap terjaga. (*/TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!