
Jayapura, TopbNews.com – Situasi kota Sentani, Papua kisruh saat ribuan warga usai mengarak Peti Jenasah Alm. Lukas Enembe dari Bandar Udara Sentani ke STAKIN GIDI, Sentani, Rabu (28/12).
Sejumlah warga melakukan pengrusakan pada fasilitas umum, melempar rumah dan toko di jalan utama dan merusak sejumlah kendaraan aparat. Bahkan satu kendaraan aparat dibakar.
Tak sampai disitu, warga juga menyerang aparat kepolisian hingga dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan. Akibat aksi lempar, Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun pun mengalami luka di pelipis kiri.
Sementara itu, kondisi terkini kota Jayapura pasca iring-iringan rombongan membawa jenazah Almarhum Lukas Enembe (mantan Gubernur Provinsi Papua) menuju tempat pemakaman di Koya Tengah terlihat sepi. Sepanjang rute jalan dari Kabupaten Jayapura (Sentani) menuju Kota Madya Jayapura (Abepura) terlihat barisan aparat berseragam loreng dan coklat berdiri di sejumlah titik.

Pantauan TopbNews.com, situasi di Kabupaten Jayapura (Sentani) masih mencekam. Tidak ada aktivitas warga dan kendaraan. Toko dan kios serta emperan pedagang terlihat sepi dan tidak ada aktivitas. Semua warga memilih berdiam di dalam rumah. Hanya ribuan warga yang ikut melayat dan akan mengantarkan jenazah almarhum memadati jalur jalan.
Sementara itu situasi lalu lintas dan aktivitas di seputaran Kota Abepura nampak lengang. Hampir seluruh pertokoan, perkantoran dan fasilitas umum ditutup. Bahkan terlihat sebagian warga mengungsi di salah satu hotel di Abepura menghindar kerusuhan.
Di pertigaan jalan otonom, jalur yang dijadwalkan akan dilalui rombongan yang mengantar jenazah Almarhum Lukas Enembe sudah dijaga ketat ratusan aparat keamanan gabungan TNI dan Polri.

Hingga berita ini diturunkan, situasi Kota Sentani dan Kota Abepura masih aman. Namun info terbaru di sekitar pertigaan jalan menuju bandara sentani, terjadi tembakan air mata dari petugas keamanan untuk membubarkan massa yang melakukan aksi perusakan sejumlah fasilitas.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan negosiasi bersama pihak keluarga agar jenazah tidak dibawa iring-iringan pejalan kaki, namun dapat dibawa menggunakan mobil ambulans yang sudah disediakan. Kondisi itu untuk mencegah tindakan perusakan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Penulis : NatYo