Sempat Dirawat, Pelaku Penyerangan Aparat di Argapura Meninggal

Kapolresta Jayapura Kota,  Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon. (Foto: Natalia/ TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews- Keributan antara warga dengan kepolisian terjadi di sekitar Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (6/5) siang. Keributan merupakan buntut meninggalnya seorang warga berinisial MDS (27) di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun keributan tidak meluas karena aparat berhasil menghalau massa.

mostbet

Menurut Kapolresta Jayapura Kota,  Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, MDS merupakan warga Argapura. Sebelum meninggal MDS menjadi pemicu penyerangan terhadap petugas saat polisi hendak menangkapnya, Kamis (4/5) malam. Saat itu, MDS dan sejumlah temannya melempari petugas dan merusak dua mobil dinas kepolisian.  “Esok, harinya Jumat (5/5) sore pihak kkepolisian kembali menyisir keberadaan MDS di seputaran Argapura sampai di Hamadi Rawa. Dengan Bantuan masyarakat, MDS pun berhasil ditangkap mesi ada perlawan kembali. Petugas lantas mengambil langkah tegas dan terukur,” ungkap Kapolresta.

Namun saat diperiksa, kondisi kesehatan pelaku turun dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja. Dan pada Sabtu (6/5) dini hari sekitar Pukul 01.00 WIT, MDS dinyatakan meninggal dunia. “Kami telah berkomunikasi dengan keluarga MDS. Dibantu tokoh masyarakat, keluarga sepakat memakamkan MDS juga dibantu kepolisian,” ucapnya.

Sabtu siang, lanjut Victor Mackbon, beberapa rekan MDS membawa jenazah dan mengaraknya ke jalan besar tanpa diketahui pihak keluarga. “Dengan dibantu oleh pihak Kepolisian, jenazah MDS kini telah kembali di rumah duka di Argapura,” imbuhnya.

MDS sendiri diketahui sudah beberapa kali ditahan dan menghuni lembaga pemasyarakatan. Namun dia kerap lepas karena mendapat kebijakan restoratif justice dari kepolisian.   

Hal itu dikaui seorang warga Argapura, Melki. Menurut Meliki, MDS dan kelompoknya sudah sangat meresahkan warga karena diduga kerap melakukan tindakan kriminal.  “Hal tesebut sudah menjadi rahasia umum. Warga tidak dapat berbuat apa-apa karena mereka kelompok yang sering mabuk-mabukan dan menggunakan narkoba atau ganja,” ungkap Melki. (*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!