
Manokwari, TopbNews.com – Sekolah Dasar Islam Terpadu Tahfizul Qur’an (SDITQ) Ummul Quro’ di Manokwari resmi membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur umum untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Jalur umum ini dibuka setelah sebelumnya sekolah menyelesaikan proses pendaftaran melalui jalur internal.
Kepala Sekolah SDITQ Ummul Quro’, Patra Sabang Prakoso, mengatakan bahwa pendaftaran jalur umum telah dibuka sejak pekan terakhir Januari 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Maret 2026.
“Untuk penerimaan tahun ini, jalur umum kami buka sampai 31 Maret 2026. Target kami insyaallah membuka tiga kelas, terdiri dari satu kelas laki-laki dan dua kelas perempuan”, ujar Patra saat ditemui di lingkungan sekolah, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, SDITQ Ummul Quro’ menerapkan sistem pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan sejak kelas 1. Setiap kelas dibatasi maksimal 28 siswa, menyesuaikan ketentuan dari dinas pendidikan. Dengan demikian, total target penerimaan peserta didik baru tahun ini berkisar 84 siswa.

Patra menyampaikan bahwa untuk jalur internal, kuota kelas laki-laki telah terpenuhi. Namun, pihak sekolah tetap membuka jalur umum karena setiap calon siswa wajib mengikuti tahapan seleksi berupa wawancara bersama orang tua.
“Wawancara ini bertujuan untuk memastikan kesiapan anak dan orang tua agar sevisi dan sejalan dengan misi sekolah. Karena di SDITQ Ummul Quro’ setiap hari ada program hafalan Al-Qur’an dan kami juga membutuhkan pendampingan orang tua di rumah”, jelasnya.
Dalam proses seleksi, pihak sekolah memprioritaskan kemampuan kognitif calon siswa, diikuti dengan kesiapan dan dasar hafalan Al-Qur’an. Menurut Patra, siswa yang telah memiliki hafalan sejak jenjang taman kanak-kanak akan menjadi pertimbangan tambahan dalam penilaian.
“Kognitif menjadi prioritas utama, kemudian hafalan Al-Qur’an. Kami mencari anak-anak yang memang memiliki semangat menghafal dan didukung penuh oleh orang tua”, katanya.
Meski demikian, Patra menegaskan bahwa sekolah tetap memberikan pendampingan bagi siswa yang masih menyesuaikan diri dengan target hafalan.
“Kami tidak langsung menolak anak hanya karena hafalannya belum sesuai target. Jika sudah diterima, insyaallah tetap kami dampingi sampai bisa menyesuaikan dengan kurikulum tahfiz di sekolah”, ujarnya.
SDITQ Ummul Quro’ menargetkan capaian hafalan minimal tiga juz Al-Qur’an bagi siswa hingga lulus kelas 6. Setiap penyelesaian satu juz akan diikuti dengan tasmi’ sebagai bentuk evaluasi hafalan.
“Target minimal kami tiga juz sampai kelas 6. Setiap satu juz ada tasmi’ sebagai ujian hafalan”, kata Patra.
Dalam kegiatan belajar mengajar, sekolah mengusung konsep “belajar dengan riang” melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan variatif, termasuk penggunaan media visual dan ice breaking, tanpa mengurangi kedisiplinan dalam menjaga hafalan.

Selain itu, pihak sekolah juga tengah melakukan pengembangan fasilitas. Gedung baru yang sedang dibangun direncanakan memiliki 12 ruang kelas, dua ruang kantor terpisah untuk guru laki-laki dan perempuan, ruang pertemuan, serta musholla.
Saat ini, SDITQ Ummul Quro’ memiliki empat tenaga pendidik dengan sistem dua guru di setiap kelas, terdiri dari guru kelas dan guru tahfiz. Total jumlah siswa aktif saat ini sebanyak 37 orang, seluruhnya berada di kelas 1 sebagai angkatan pertama sejak sekolah mulai beroperasi pada 2025.
Di akhir wawancara, Patra berpesan kepada orang tua di Manokwari yang masih mempertimbangkan pilihan sekolah bagi anak-anak mereka.
“Prestasi formal bisa didapatkan di banyak sekolah. Namun jika ingin anak memiliki bekal agama dan hafalan Al-Qur’an, maka pilihlah sekolah yang memang fokus mengajarkan tahfiz, adab, dan doa-doa harian”, pungkasnya.
Informasi pendaftaran SDITQ Ummul Quro’ dapat diperoleh melalui nomor kontak resmi 081247146532, yang dikelola langsung oleh admin sekolah. Nomor tersebut dapat dihubungi oleh orang tua yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut. (*/TOP-04)