Rumah Baca Manokwari, Wadah Literasi Anak Papua

Manokwari, TopbNews.com – Founder Rumah Baca Manokwari, Yudith Yewun, menjelaskan bahwa Rumah Baca Manokwari merupakan sebuah wadah literasi yang terbangun atas keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Rumah baca ini berdiri sejak tahun 2019 dan menjadi bagian dari Forum TBM untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak di Manokwari.

“Setelah saya wisuda dan belum mendapatkan pekerjaan, saya mulai mengidentifikasi masalah-masalah di kompleks tempat tinggal saya. Saya menemukan bahwa ada anak-anak SMP bahkan SMA yang belum lancar membaca, serta anak-anak SD yang enggan bersekolah karena kurangnya dorongan dari orang tua”, tutur Yudith.

Berangkat dari keprihatinan itu, Yudith bersama sang suami secara swadaya mendirikan Rumah Baca Manokwari. Awalnya mereka melatih anak-anak di sekitar rumah untuk membaca dan menulis. Seiring waktu, jumlah anak yang datang semakin banyak sehingga mereka mulai menyebarkan flyer untuk menggalang donasi buku dari masyarakat.

Permasalahan di masyarakat tak hanya soal membaca. Yudith mengungkapkan, pihaknya juga menemukan banyak kasus pernikahan dini serta anak perempuan yang putus sekolah. Hal ini mendorong mereka untuk membuka pelatihan keterampilan seperti merajut dan menjahit, agar anak-anak dan ibu-ibu produktif bisa menghasilkan karya bernilai ekonomi.

“Kami juga mengadakan berbagai program penguatan literasi seperti bimbingan baca, tulis, hitung, pelatihan jurnalistik, hingga pelatihan keterampilan untuk ibu-ibu”, tambah Yudith.

Saat ini jumlah anggota rumah baca mencapai sekitar 50 orang, dengan sekitar 20 anak yang aktif berasal dari jenjang TK hingga SMP. Pengurus rumah baca terdiri dari Yudith, beberapa teman, serta anak-anak binaan pertama mereka yang kini sudah SMA. Mereka dilibatkan sebagai bentuk kaderisasi.

Yudith berharap, Rumah Baca Manokwari bisa menginspirasi para pegiat literasi lainnya. Menurutnya, literasi menjadi kunci penting untuk membuka potensi dan ruang kerja anak-anak Papua.

“Kami berharap keberadaan rumah baca ini tidak berhenti di saya, tapi jadi motivasi bagi yang lain. Literasi sangat penting karena menyangkut masa depan dan pemberdayaan”, ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah.

“Kami butuh kerjasama yang baik dengan pemerintah agar segala upaya kami bisa berjalan maksimal. Masyarakat adalah bagian dari pemerintah”, pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!