
Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meresmikan Portal Data dan Dasbor Eksekutif Papua Barat Ekosistem Satu Data (PAPEDA) di Gedung Auditorium PKK Papua Barat, Manokwari, Kamis (29/10/2026).
Dominggus menegaskan, Papeda dibangun untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti. Data membantu pemerintah mengenali kelompok masyarakat yang belum terlayani dan wilayah yang mengalami kesenjangan.
“Kebutuhan masyarakat pesisir, kepulauan, dan pegunungan berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan pembacaan data tetap harus disertai pengetahuan lapangan dan dialog dengan masyarakat.
Papeda berpijak pada Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Permendagri Nomor 5 Tahun 2024, dan Pergub Papua Barat Nomor 31 Tahun 2023 tentang Satu Data.
Portal tersebut menjadi sarana berbagi pakai data pembangunan, lengkap dengan sumber, definisi, periode, dan penanggung jawab data. Sedangkan dasbor eksekutif membantu pimpinan membaca capaian pembangunan dan menentukan tindak lanjut. Informasi pada dasbor harus dapat ditelusuri hingga ke data sumbernya.
Kepala Diskominfo Perstatik Papua Barat, Frans Pieter Istia mengatakan Portal Papeda dan Dasbor Eksekutif akan menjadi alat bantu pengambilan keputusan strategis bagi gubernur. Sistem ini mampu memberikan gambaran kondisi Papua Barat secara cepat, akurat, terintegrasi, dan mudah dipahami.
Menurut Frans, peluncuran portal sekaligus menjadi simbol penguatan perencanaan berbasis bukti dan penyebarluasan data pembangunan. Saat ini data dari 48 OPD di Papua Barat sudah dapat dilihat melalui Portal Papeda.
Dominggus menyebut enam arahan program pembangunan di Wilayah Provinsi Papua Barat, meliputi program kesatu adalah memperkuat kepemimpinan dan pembagian tanggung jawab. Sekda mengoordinasikan tindak lanjut lintas OPD, Diskominfo menjalankan fungsi walidata, kepala OPD bertanggung jawab atas penyediaan dan pemutakhiran data dengan pembinaan BPS, dan Forum Satu Data Daerah memastikan tindak lanjut berjalan.
Program kedua yaitu memastikan kelengkapan dan kualitas data. Setiap OPD diminta menetapkan pengampu data, melengkapi data prioritas beserta metadata, dan memutakhirkan secara berkala.
Program Ketiga adalah menggunakan Papeda dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi. Usulan program harus menjelaskan masalah, sasaran wilayah dan kelompok, serta hasil yang diharapkan, dengan perhatian khusus bagi orang asli Papua, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat sulit dijangkau.
Program Keempat adalah membangun keterhubungan data bertahap. Pemkab diminta memperkuat pertukaran data dengan provinsi, menyelaraskan definisi dan kode referensi, serta memastikan keamanan sistem, pencadangan, dan hak akses.
Program Kelima yaitu memastikan dukungan kelembagaan, SDM, dan APBD untuk pengelolaan Papeda.
Serta program Keenam adalah memantau tindak lanjut dan melaporkan manfaatnya secara berkala.
“Mari kita bersama gunakan dan merawat secara konsisten agar keputusan semakin tepat dan manfaat pembangunan semakin menjangkau masyarakat hingga pelosok Papua Barat,” harap Gubernur Mandacan.
PAPEDA adalah website untuk melakukan pencarian data yang telah dihasilkan oleh seluruh OPD di Provinsi Papua Barat.

Peresmian dan launching Portal Data dan Dasbor PAPEDA di gagas oleh DiskominfoPerstatik Papua Barat bekerjasama dengan Teknik Australia – RIAustralia Indonesia Partnership SKALA. (*/redaksi)