
Manokwari,Topbnews.com – Sebagai upaya memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, menggelar Rembuk Stunting Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S), Rabu (16/11).
Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo menyampaikan, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan validasi data keluarga beresiko stunting.
“Kita keroyok bersama. Apa penyebab stunting ini, kekurangan gizi atau penyebab lainnya. Kita cari solusinya. Bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH), apakah sudah tepat sasaran,” katanya

Edi Budoyo mengatakan, berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia tahun 2021, sebanyak 26,9% balita di Manokwari mengalami stunting, yang diharapkan pada tahun 2024 kasus stunting dapat diturunkan menjadi 14%.
Dijelaskan Edi, kendala penyelenggaraan stunting diakibatkan masih lemahnya koordinasi program di tingkat adminstrasi, penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitive masih belum terpadu.
“Keterbatasan kapasitas penyelenggara program advokasi, sosialisasi masih belum terpadu. Kualitas dan pemanfaatan data untuk menyusun kebijakan serta pemantauan dan evaluasi masih kurang optimal,” paparnya
Sebelumnya, ketua panitia Yos Wariana melaporkan tujuan dari koordinasi konvergensi ini adalah komitmen Pemda dan menyepakati rencana kegiatan intervensi serta membangun komitmen public dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten.

“Output dari kegiatan diharapkan adanya komitmen Pemerintah Daerah bersama OPD dan masyarakat tentang percepatan pencegahan stunting terintegrasi di kabupaten Manokwari tahun 2023,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari OPD terkait, kepala distrik, akademi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan dari puskesmas.
Penulis : Tesan
Topbnews.com
Berita Lain :