
Manokwari, TopbNews.com – Ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia Provinsi Papua Barat dipastikan dalam kondisi aman selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Unit Pelayanan Donor Darah PMI Papua Barat, Muhamad Adnan, mengatakan stok darah saat ini masih mencukupi kebutuhan rumah sakit di wilayah Manokwari dan sekitarnya.
“Untuk ketersediaan stok darah di PMI pada bulan suci Ramadan ini masih aman dan terkendali. Karena pada bulan sebelumnya kami sudah mencapai target sebanyak 500 kantong darah”, ujar Adnan, Jumat (27/2/2026).
Aktivitas Donor Menurun, Stok Tetap Terkendali
Adnan mengakui, aktivitas donor darah selama Ramadan cenderung mengalami penurunan.
Namun, PMI telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan stok sebelumnya.
“Pas Ramadan ini memang kegiatan donor agak berkurang, tetapi kita sudah memiliki ketersediaan stok sebelumnya”, jelasnya.
Adapun rincian stok darah yang tersedia saat ini yakni golongan darah A sebanyak 17 kantong, golongan darah B sekitar 25 kantong, golongan darah O sekitar 17 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 8 kantong.
Menurutnya, kebutuhan darah selama Ramadan umumnya masih didominasi golongan A, B, dan O. Sementara golongan AB relatif lebih sedikit permintaannya.
“Untuk kebutuhan darah di bulan Ramadan ini paling banyak golongan darah A, B, dan O. Kalau AB untuk saat ini kebutuhannya masih sedikit”, katanya.
Donor Saat Puasa Tetap Aman
PMI juga mengakui tingkat partisipasi masyarakat untuk donor darah di bulan Ramadan masih cenderung menurun.
Hal ini dipengaruhi anggapan bahwa donor darah saat berpuasa dapat menyebabkan tubuh lemas.
“Kesadaran masyarakat untuk donor di bulan Ramadan masih kurang, mungkin karena mereka berpikir kalau donor saat puasa itu bikin lemas. Padahal tidak seperti itu”, tegas Adnan.
Ia menjelaskan, donor darah tetap aman dilakukan selama Ramadan, terutama jika dilakukan pada pagi hari dan dalam kondisi fisik yang sehat serta memenuhi syarat medis.
“Kalau donornya pagi hari malah lebih bagus. Manfaatnya sama seperti donor biasa. Yang penting kondisi fisik sehat”, ujarnya.
Untuk meningkatkan partisipasi, PMI terus menggencarkan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Edukasi tentang manfaat donor darah juga terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa donor darah tidak membatalkan puasa dan aman bagi tubuh.
“Setetes darah sangat berarti bagi yang membutuhkan. Kami berharap semangat berbagi di bulan Ramadan ini bisa mendorong masyarakat tetap ikut aksi kemanusiaan”, tandasnya.
Penulis : Marthina Marisan