Rakercab VIII IBI Cabang Manokwari, Evaluasi Kepengurusan dan Program Kerja

Sekda Manokwari Henri Sembiring bersama Kepala Dinas Kesehatan Kab. Manokwari, Pengurus Daerah IBI Provinsi PB, Ketua Cabang IDI Kab. Manokwari dan Ketua Panitia (Foto.HK/Topbnews.com)

Manokwari, Topbnews.com – Ketua Cabang Ikatan Bidan Indonesia Cabang Manokwari, Gerda Boseren mengatakan, Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Manokwari sebagai evaluasi terhadap periode kepengurusan pengurus cabang. Selain itu, menyusun rancangan perubahan dan penyempurnaan kebijakan organisasi secara arif dan bijaksana sebagai indikator untuk menjalankan program kerja yang efektif dan efisien ke arah pencapaian tujuan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Oleh karena itu, IBI sebagai wadah para bidan harus siap mengoptimalkan perannya untuk turut mengambil bagian dalam membangun kesehatan,” jelasnya dalam Pembukaan Rakercab VIII IBI Cabang Manokwari dan Seminar dengan tema ” Konsolidasi Organisais IBI dalam menghadapi Pelayanan KIA-KB dan Kespro Utamanya Masa Pandemi Covid-19″, Senin (5/12/2022).

Dalam melaksanakan pekerjaannya kata Gerda, banyak tantangan dihadapi demi menuntut keprofesionalan bidan. Namun setiap tantangan yang ada tidak dijadikan penghambat untuk maju.

Dijelaskan Gerda di era pandemi, bidan melalui IBI telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari dan lembaga terkait untuk merespon pandemi dengan memberikan berbagai dukungan salah satunya dukungan peralatan Alat Pelindung Diri (APD).

“Penyediaan APD bagi sebagian tempat praktek mandiri bidan (TPMD) di wilayah zona merah, melakukan penyebarluasan informasi panduan pelayanan terkait pencegahan dan pengendalian infeksi dan penerapan protokol kesehatan telah berhasil dilakukan,” katanya.

Menurutnya, dalam memberikan pelayanan bidan harus didukung oleh tiga hal yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hal ini dikarenakan bidan dalam menjalankan pekerjaan berurusan dengan dua nyawa sekaligus yaitu ibu dan anak.

Rakercab – VIII Ikatan Bidan Indonesia Cabang Manokwari, dibuka (Foto.HK/Topbnews.com)

“Jika tidak didukung 3 hal tersebut maka akan membahayakan bagi bidan dan masyarakat. Selain itu, tentunya banyak pendukung lain, termasuk legalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi khususnya dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Bupati Manokwari yang diwakili Sekda Manokwari Henri Sembiring, memberikan apresiasi kepada seluruh bidan yang hadir.

“Saya sampaikan penghargaan kepada para bidan yang hadir di sini. Dari 318 bidan di Kabupaten Manokwari, 150 orang hadir, artinya hampir 50 persen yang mewakili. Sangat luar biasa dapat hadir dalam melakukan rapat kerja cabang VIII Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Manokwari. Semoga membawa manfaat yang baik bagi kita semua,” tutur Sekda, Henri Sembiring.

Diharapkan, IBI berkomitmen dalam menjalankan semua pekerjaan dan program secara berkesinambungan serta berperan dalam meningkatkan SDM bidan.

“Bidan ialah ujung tombak dalam memberikan pelayanan di tanah Papua khususnya di Kabupaten Manokwari untuk meningkatkan derajat kesehatan di tingkat primer. Serta melakukan rujukan pada kasus-kasus resiko tinggi,” harapnya.

Penulis : Tesan
Topbnews.com

Berita Lain :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!