Raih Penghargaan Peserta Terbaik, Stella Misiro Buktikan Perempuan Papua Mampu Bersaing

Jakarta, TopbNews.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Kelompok Khusus, Stella Theresia Misiro, menerima penghargaan sebagai peserta terbaik dalam kegiatan Orientasi DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang dinilai menonjol dalam pemahaman substansi, keaktifan, serta kemampuan merespon isu-isu strategis dalam forum orientasi nasional. Pengakuan ini sekaligus menandai hadirnya wajah parlemen Papua Tengah, khususnya dari jalur Fraksi Otsus.

Ketua Kelompok Khusus DPRP Papua Tengah, Donatus Mote, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut dan menyebut bahwa penghargaan ini turut mengangkat nama baik Fraksi Otsus serta lembaga DPRP Papua Tengah secara keseluruhan.

“Ini tidak hanya sebatas penghargaan, tapi juga pembuktian bahwa Fraksi Otsus memiliki representasi yang aktif, tajam, dan membawa citra baik lembaga di tingkat nasional”, ujarnya.

Di sisi lain, Stella Misiro menyampaikan bahwa capaian ini merupakan sinyal penting bahwa perempuan muda Papua juga bisa hadir dan diakui dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan.

Stella juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPR, Wakil Ketua 1,2,3,4 , seluruh Anggota Dewan beserta Komisi V dan Setwan Provinsi Papua Tengah atas dukungannya.

“Suara perempuan muda Papua bukan hanya pantas didengar, tapi juga layak jadi bagian dari keputusan-keputusan penting”, ucapnya.

“Jika hari ini saya diberi penghargaan, maka itu adalah pesan bahwa kerja serius dan berbasis visi tidak mengenal batas usia maupun gender”, tambahnya.

Lebih jauh, Stella menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua (OAP), mendorong afirmasi pendidikan, dan membuka ruang-ruang partisipasi bermakna bagi generasi muda, khususnya perempuan.

Penghargaan ini sekaligus menjadi penanda bahwa gelombang baru Papua Tengah mulai bergerak: berbasis kapasitas, keberanian, dan kerja nyata, bukan sekadar seremoni. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!