Puluhan Peserta dari 7 Kabupaten di Provinsi Papua Barat Ikut Penilaian Kesehatan Koperasi

Sebanyak 50 Peserta dari Tujuh Kabupaten di Provinsi Papua Barat ikuti kegiatan penilaian Kesehatan koperasi (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat menggelar Kegiatan Penilaian Kesehatan Koperasi meliputi Tata Kelola, Profil Resiko, Kinerja Keuangan dan Permodalan bagi Pengurus Koperasi, bertempat di Manokwari, Papua Barat, Rabu (22/5).

Kabid Pengawasan Koperasi dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat, Sorta Simanungkalit menyampaikan, kegiatan yang digelar selama dua hari (21 – 22 Mei 2024) diikuti 50 peserta dari tujuh Kabupaten di Papua Barat.

“Masing-masing Kabupaten yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni dengan jumlah perwakilan sebanyak 4 hingga 6 orang perwakilan”, katanya kepada media ini.

Dua narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM kata Simanungkalit, dihadirkan untuk memberikan materi serta bimbingan kepada peserta.

“Dua narasumber kita hari ini berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM yakni Bapak Hery Basuki sebagai fungsional pengawas koperasi ahli madya dan bapak Wahidin sebagai pengurus dan pengawas koperasi ahli muda”, jelasnya.

Dikatakannya, kegiatan bersumber dari APBD dengan satu kali kegiatan dalam setahun dan digelar secara bergantian pada masing-masing Kabupaten di Provinsi Papua Barat.

Simanungkalit menambahkan, terdapat 22 koperasi yang aktif di tujuh Kabupaten berdasarkan data Online Data System (ODS). Sementara di Provinsi Papua Barat terdapat 2 koperasi yang aktif dan memiliki beberapa cabang di daerah lain, yakni Koperasi Cenderawasih Mandiri dan Koperasi Mambuin.

“Kami harus bekerja keras untuk membangkitkan kembali sejumlah koperasi yang terkadang mati suri sehingga itulah fungsi kami untuk mengawasi dan apakah koperasi itu berjalan dengan baik atau ada masalah, hal ini yang mendorong kami untuk menggelar kegiatan ini”, ujarnya.

Menurutnya, kriteria penilaian koperasi yang sehat adalah koperasi yang selalu melakukan evaluasi kinerja secara bertahap di setiap tahun.

Sementara itu, Ketua Koperasi Mitra Tani Arfak, Sebulon Saroi menyampaikan, apresiasi dan terimakasih kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Koperasi kami bergerak di bidang pertanian dan holtikultura dan buah-buahan baik nenas maupun markisa. Kami sangat berterimakasih dan juga memberikan apresiasi kepada Dinas yang telah melaksanakan kegiatan ini”, ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bagus dengan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM tentunya akan sangat membatu masing-masing koperasi yang ada di setiap Kabupaten untuk dapat menyerap ilmu dengan baik.

“Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk membantu kami dalam evaluasi pengelolaan dan meningkatkan kemajuan serta kualitas koperasi di Pegunungan Arfak dan juga di enam Kabupaten lainnya”, harapnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!