
Manokwari, TopbNews.com – Pada Triwulan ketiga tahun 2022, Perkembangan ekonomi Papua Barat mengalami kemajuan sebesar 3,5 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rommy Tamawiwy mengakui, meski tergolong kecil, namun positifnya ekonomi bertumbuh ditengah pilihan dan tantangan yang besar.
“Ini hal yang luar biasa, kita bisa terus bertahan dan bertumbuh. Ekonomi Papua Barat triwulan ketiga tumbuh lebih tinggi dari triwulan kedua tahun 2022 dari 2 persen ke 3,5 persen”, kata Rommy Tamawiwy pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2023 di Aston Niu Hotel, Senin (4/12).
Tamawiwy mengatakan, tingginya pertumbuhan ekonomi didorong oleh salah satu faktor yaitu konsumsi rumah tangga dan ekspor luar negeri yang tumbuh lebih baik serta akselerasi pada kinerja sektor perdagangan.
“Industri pengolahan masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Papua Barat. Salah satunya produksi kualitas keripik yang merupakan sinergi kolaborasi yang telah terbangun dengan masyarakat”, katanya.

Selain itu, ekonomi Papua Barat juga ditopang oleh industri migas. Meski di triwulan kedua pertumbuhan ekonomi melambat namun di triwulan ketiga pertumbuhan menguat.
“Peresmian train 3 di LNG tangguh oleh Pak Presiden beberapa waktu lalu ini mendorong pertumbuhan ekonomi kita menjadi lebih baik tetapi menjadi ‘PR’ bagi kita disisi yang lain kita butuh sinergi dan kolaborasi bersama pada bidang non migas”, ujar Tamawiwy.
Pada kesempatan itu, Tamawiwy mengungkapkan, pada tahun 2024 Ekonomi Papua Barat diproyeksikan tumbuh sebesar 5 persen hingga 5,8 persen secara tahunan atau yoy.
“Kondisi ekonomi Papua Barat tahun 2023 menunjukkan trend positif di kisaran angka 3,5 persen hingga 4,3 persen dan tahun 2024 kita proyeksikan tumbuh hingga 5,8 persen,” tuturnya.
Sementara itu inflasi Papua Barat kata Rommy Tamawiwy juga terjaga dengan sangat baik. Dimana per November 2023, inflasi Papua Barat berada di angka 2,93 persen. Artinya bahwa ada optimisme seluruh pihak menuju akhir tahun.

Lanjut Tamawiwy, bila disejajarkan dengan daerah lain di kawasan Salampua, Papua Barat masih tergolong tinggi.
“Manokwari berada di posisi 8 dan sorong di posisi kedua. Menjaga inflasi sama dengan kita menjaga masyarakat dan menjaga rakyat. Kita masih punya waktu 1 bulan untuk kita wujudkan yang terbaik”, ucapnya menyemangati.
Dikatakannya, Inflasi di Papua Barat salah satunya disumbang oleh tingginya tekanan pada kelompok transportasi dengan besaran 4,90 persen persen tahunan atau yoy.
“Transportasi udara kita tidak pilihan. Sementara bandara rendani masih dalam proses pengerjaan, serta program strategis lainnya. Disamping itu harga minyak global yang meningkat di triwulan 3 2023 akibat pembatasan produksi Arab Saudi menyebabkan kenaikan harga avtur. Selain itu tingkat permintaan masyarakat didalam menggunakan transportasi apalagi jelang nataru pasti akan tinggi”, jelasnya.
Disamping itu, inflasi juga didorong oleh komponen makanan, minuman dan tembakau. Disisi lain, elnino juga menjadi ancaman. Meski di Papua Barat kata Tamawiwy tidak dialami secara langsung tapi produsen di Jawa yang mengalami kekeringan sehingga terdampak kuat bagi wilayah Papua Barat. Oleh karena itu solusinya adalah dengan kita bantu lewat doa.
“Juga saudara kita yang bertikai dan berperang mari kita kirim doa, sehingga kedamaian akan terjadi”, ucapnya.
Dikatakannya, tahun 2024 inflasi Papua Barat diproyeksikan stabil di angka 2,5 plus minus 1 persen secara yoy.
Untuk Inflasi pangan lanjut Tamawiwy berbagai program dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi pada program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di sepanjang tahun 2023 untuk menahan laju inflasi pangan.
Beberapa program tersebut diantaranya 16 kali pelaksanaan pasar murah, 22.200 bibit holtikultura disalurkan, bantuan Alsintan dan sarana produksi sebesar Rp.619 juta, 22.200 pelatihan kepada petani padi dan cabai implementasi pupuk organis, serta subsidi ongkos angkut pada 5 komoditas pangan.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat tahun 2023 bersama stakeholder dihadiri Plt. Sekda Papua Barat mewakili Pj Gubernur, Asisten II Setda Kabuapten Manokwari mewakili Bupati Manokwari, Pimpinan Perbankan, sejumlah stakeholder dan mitra strategis Bank Indonesia.
Penulis : Tesan