
Jayapura, TopbNews.com – Kemensos RI melalui BBPPKS Jayapura kali ini mengekspos keramik dari tanah liat produk hasil pengrajin para mama di Kampung Kayo Batu, Distrik Jayapura Utara.
Berbagai Produk akan dikirim ke Jakarta seperti gelas, piring, vas bunga, dan berbagai souvenir lainnya.
Kepala BBPPKS Jayapura, Jhon Mampioper mengatakan, ekspos beragam kerajinan ini merupakan langkah awal mempromosikan produk hasil usaha keramik mama-mama di kampung kayu batu.
“Produksi keramik para mama kayu batu minggu depan akan dirim ke Jakarta selain untuk di ekspos, tapi juga karena sudah ada yang pesan sekitar 500 produk,” kata John Mampioper usai peluncuran produk pengrajin Keramik Kampung Kayo Batu.
Dia menyebut, para pengrajin ini dilatih membuat souvenir yang terbuat dari tanah liat selama 21 hari pelatihan dan dipandu oleh instruktur dari Bandung.
“Setelah pelatihan, kelompok pengrajin ini didorong untuk membentuk tim kerja dan terbukti selama 21 kerja, Puji Tuhan hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya.
Diharapkan melalui peluncuran ekspos hasil produksi keramik kelompok pengrajin kayo batu terus bekerja dan memproduksi keramik sebanyak mungkin, sehingga dapat diekspos tidak hanya di tingkat lokal tapi juga nasional.

Sementara itu, Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham, Hendrik Pagiling mengatakan pihaknya akan mendorong agar produk tersebut memiliki legalitas hukum yang jelas.
“Sehingga brand dari Kelompok Kayo Batu ini bisa memiliki payung hukum dan dipasarkan secara bebas baik tingkat lokal maupun nasional, bahkan manca negara,” kata Hendrik
Ditempat yang sama Koordinator pengrajin Keramik Kampung Kayo Batu Popy Pui menjelaskan, hasil produksi keramik mama-mama Kayo batu dikerjakan 10 orang anggota.
“Awalnya 23 orang tapi di tengah perjalanan tersisa hanya 10 orang dan setiap harinya kelompok kami mampu memproduksi sekitar 90 produk dengan mode keramik yang bervariasi” kata popy.
Dia menjelaskan, produksi keramik yang dibuat kelompoknya terbuat dari tanah liat yang dipadukan dengan pasir kali.
“Dengan menggunakam mesin, proses pembuatan kramik ini cukup cepat,” ucap popy.

Popy mengharapkan, produksi keramik ini akan semakin berkembang, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dikayu batu.
“Karena semua anggota, dari kampung Kayo Batu, kami harap pemerintah kota Jayapura dapat mendorong produksi ini sehingga bisa diterima dipasaran,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo