Pj Sekda Papua Barat: Pawai Budaya Religi Momentum Perkuat Kebersamaan dan Promosi Wisata Religi

Manokwari,Topbnews.com – Pawai Budaya Religi dalam rangka memperingati 170 Tahun Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat, baik dari Manokwari maupun dari luar daerah.

mostbet

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Barat, Yacob Fonataba, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendukung kelancaran kegiatan ini. Hal ini disampaikan pada saat menghadiri Pawai Budaya Religi di Manokwari, Senin (3/2).

“Kami melihat banyak jemaat dan masyarakat dari luar Manokwari yang datang untuk merayakan HUT PI ke-170. Sebagai pemerintah, kami menunjukkan kepedulian dengan ikut serta dalam kegiatan ini dan memastikan semua berjalan dengan baik,” ujar Fonataba.

Ia mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama panitia, termasuk dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Papua Barat di Pulau Mansinam pada Jumat lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sekitar 4.300 peserta yang datang dari luar Manokwari.

“Untuk itu, kami telah membagi tugas, termasuk pengaturan akomodasi bagi tamu, tim kesehatan, serta koordinasi dengan Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fonataba menyebutkan bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk calon gubernur dari beberapa Provinsi di Papua. Bahkan, panitia masih berupaya untuk mengundang Presiden RI agar turut hadir dalam perayaan ini.

Pj Sekda Papua Barat juga menyoroti bahwa momentum HUT PI ini dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan Pulau Mansinam sebagai destinasi Wisata Religi.

“Pemerintah melihat pawai budaya ini sebagai potensi untuk pengembangan pariwisata religi di Pulau Mansinam. Ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan juga meningkatkan perekonomian daerah,” jelasnya.

Dalam hal transportasi ke Pulau Mansinam, pemerintah telah mengatur mekanisme keberangkatan peserta dan tamu agar tidak mengganggu jalannya ibadah.

“Kami mengimbau agar dua hingga tiga jam sebelum ibadah dimulai, transportasi sudah berjalan lancar, sehingga tidak ada gangguan saat perayaan berlangsung,” ujar Fonataba.

Selain itu, pemerintah juga telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Ini adalah ibadah syukuran, jadi kami mengimbau masyarakat untuk fokus pada perayaan rohani ini dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan HUT PI ke-170 ini menjadi momen bersejarah yang tidak hanya mempererat persaudaraan masyarakat Papua tetapi juga membawa dampak positif bagi pengembangan pariwisata religi di Tanah Papua. (*/KY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!