Pj. Gubernur PB Minta Jajarannya Bersiap Hadapi Perubahan Iklim

Para pegawai di Lingkungan Pemprov Papua Barat saat mengikuti apel pagi di Kantor Gubernur Papua Barat. (Foto: Tesan/ TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews. – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw meminta jajarannya mewaspadai perubahan iklim yang berdampak pada naiknya frekuensi bencana. Data menyebutkan, adanya pergerakan di sekitar Arafuru yang diprediksi akan berdampak di Indonesia Bagian Timur.

mostbet

“Dunia tidak kuatir lagi dengan covid dan peperangan. Tetapi dunia sedang sangat kuatir dengan perubahan iklim. Karena perubahan iklim telah menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia yang drastis,” kata Waterpauw pada Apel di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (6/3).

Menurutnya, Indonesia saat ini merupakan nomor 3 di dunia dengan frekuensi bencananya sangat tinggi.

“Kita masih bersyukur di Papua Barat ini, karena bencana gempa bumi tidak seperti di Jayapura,” ujarnya.

Dikatakan, kenaikan frekuensi gempa mencapai 81%. Artinya bencana di Indonesia sudah sangat dahsyat. “Pada tahun 2021, ada 1945 bencana. Sementara pada tahun 2022 terjadi sekitar 3.544 bencana,” paparnya.

Presiden Joko Widodo, kata Waterpauw, juga telah mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya mengurus banjir, gunung berapi dan tanah longsor. Tetapi yang sering adalah gempa bumi. Oleh sebab itu,  presiden mengingatkan untuk selalu waspada dan siaga. Selain itu juga, diingatkan untuk menyiapkan tahapan dan langkah-langkah besar pra bencana, tanggap darurat, dan juga pasca bencana yang harus dikelola dengan baik.

“Pak Sekda, dan BPBD kita bahas segera bagaimana  menyiapkan langkah-langkah ini. Karena saat ini langkah-langkah masih pada tahap tanggap darurat. Padahal pra bencana itu yang jauh lebih penting,” ucapnya.

Pemprov kata Waterpauw akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten menyiapkan konsep untuk membuat pelatihan bersama dalam rangka menyiapkan diri menghadapi bencana. “Kita inventarisir bencana-bencana yang kemungkinan besar akan terjadi di wilayah Papua Barat,” tandasnya.

Pemerintah, juga akan mengedukasi masyarakat dengan pelatihan-pelatihan peringatan dini bencana. “Ini kita lakuka, sehingga masyarakat paham bila terjadi bencana. Kita jaga dan eliminir jangan sampai terjadi korban jiwa,” tutupnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!