
Jayapura, TopbNews.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura beberkan hasil inovasi kolaborasi pentahelix peningkatan kepatuhan industri rumah tangga pangan di Papua.
Hasil inovasi kolaborasi pentahelix disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong di gedung Kantor Gubernur Lt.4, Kamis (15/8).
Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur memberikan apresiasi kepada BBPOM atas upaya yang telah dilakukan.
Menurut Ramses Limbong, di beberapa negara dan daerah masih banyak terdapat pemanfaatan penyalahgunaan bahan baku makanan yang berdampak kepada masyarakat.

“Harapan kami ini harus berkelanjutan dan menyentuh kepada setiap produk olahan makanan apapun dan kita minta dibereskan masa kadaluarsanya karena ini olahan pangan,” katanya.
Masih menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan memerintahkan semua pihak untuk terlibat, khususnya dari Dinas Perindustrian maupun Perdagangan.
“Jadi jangan nanti diolah, tetapi tidak laku dijual. Saya juga minta dan kita berharap ada kreasi terhadap olaha produk-produk pangan tersebut. Sehingga nantinya memiliki daya saing”, harapnya.

Untuk itu apa yang sudah disponsori oleh BBPOM di Jayapura bersama para pelaku usaha, memiliki manfaat yang sangat strategis.
“Pertama Masyarakat sehat untuk mengkonsumsi, sehingga tidak ada kekhawatiran lagi, kalau sudah dilabeli oleh BBPOM bahwa makanan itu memang sehat. Kedua, dengan adanya daya olah atau inovasi akan memiliki daya saing, sehingga manfaat berikutnya akan berdampak pada peningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya dari sisi UMKM dan secara keseluruhan masyarakat Papua yang akan dapat manfaatnya. Kita sehat dan rakyatnya sejahtera,” ujar Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong.

Dia berharap semua yang dilakukan terus berkelanjutan dan menjadi kegiatan rutin tahunan dan membawa manfaat untuk seluruh masyarakat Papua.
Sementara itu Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura, Hermanto menyebut, inovasi kolaborasi pentahelix peningkatan kepatuhan industri Rumah tangga pangan di Papua melibatkan lima elemen utama yakni pemerintahan, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media.
Hermanto menjelaskan, tahapan inovasi kolaborasi pentahelix di Papua dikelompokkan menjadi tiga tahapan; jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
“Sejak Juli 2024 tempat kegiatan percontohan di kota Jayapura selanjutnya akan terus dilakukan pada lokasi lainnya yaitu Kabupaten Jayapura (target jangka menengah) dan seluruh kabupaten di rovinsi Papua dan Papua pengungunan (target jangka panjang)”, pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo