
Jayapura, TopbNews.com – Penjabat Gubernur Papua, Agus Fathoni menghadiri Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdi) Revival Yemtien di Koya Koso, Sabtu 26 Juli 2025.
Pj Gubernur Papua didampingi Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Johnny W. Weol, melaksanakan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita gedung Gereja GPdi Revival Yemtien.
Dalam sambutannya PJ Gubernur Fatoni mengatakan, berdirinya gedung gereja baru menjadi simbol persaudaraan untuk tekad bersama menjadikan Papua damai, aman dan bersatu, sehingga gereja membawa berkat bagi seluruh jemaat dan daerah.
“Dari tempat inilah akan disebarkan cinta kasih sesama kita, dari tempat inilah kita serukan persatuan dan kesatuan persaudaraan diantara kita semua dan menjadi kekuatan kita bersama untuk membangun Papua yang kita cintai bersama”, kata Fatoni.

Dia bersyukur dapat menjadi bagian dari Papua dimana seluruh masyarakat di papua bisa hidup berdampingan secara damai, saling menghormati dan menghargai serta saling menjaga persaudaraan.
“Kita semua keluarga besar yang diberikan berkat, rahmat oleh Tuhan untuk bersama saling menjaga sesama kita. Sehingga seluruh aktivitas di Papua berlangsung baik dan pembangunan bisa berjalan baik menuju masyarakat yang sejahtera”, ujarnya lagi.
Menurutnya, pembangunan gereja selama 7 tahun menjadi peristiwa bersejarah bagi keluarga besar GPdi Revival Yemtien.
“7 tahun kurang satu hari perjuangan yang begitu keras, begitu lama dibuktikan oleh keluarga jemaat GPdi Revival dimana Tanggal 27 dimulai tanggal 26 diresmikan dan ini sebuah peristiwa yang bersejarah tidak akan terlupakan selama lamanya”, sebutnya.

Didepan seluruh umat, Agus Fatoni mengajak seluruh umat untuk terus sebarluaskan berita baik dan kabar kedamaian dari tanah papua.
Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, Pdt. Johnny W. Weol, mengatakan, Gereja GPdI bukan hanya di seluruh daerah di Indonesia, melainkan juga ada di mancanegara. Pasalnya GPdI hadir untuk mengakomodir seluruh masyarakat lintas.
“Dari sinilah terang dan berkat Tuhan bisa menjangkau masyarakat, inilah perkembangan gereja dari Sabang sampai Merauke, bahkan di luar negeri. Kita juga memiliki banyak sekolah alkitab. Sehingga Gereja GPdI untuk mengakomodir semua jiwa untuk Tuhan dan pembinaan berkelanjutan melalui pelayanan gembala, firman Tuhan dan pekerjaan roh kudus”, jelasnya.
Sementara itu Gembala Jemaat GPdI Revival Yemtien, Pdt. Robert J. Horik mengatakan, peresmian gereja merupakan langkah maju di jemaat Revival Yemtien mengingat pergumulan panjang untuk pembangunan gereja sejak 2018 lalu.

“Sejak 2003 – 2025 Gereja ini cabang dan gereja induk yakni Jemaat Yerusalem Baru, dimana Tuhan memberikan visi pengembangan pekerjaan Tuhan untuk pengembangan gereja. Bersyukur visi itu terealisasi pada 2018 gereja dibangun, dan sebagai hamba Tuhan kita bekerja dengan iman, meski sempat 2019 ada covid tapi kemudian kita boleh bekerja dan puji Tuhan tujuh tahun dapat terselesaikan”, ungkapnya.
Roberth Horik berharap, seperti nama Gereja Revival yang artinya kebangunan rohani dan Yemtien adalah nama tempat dibangunnya gereja maka menjadi kerinduan bahwa satu ketika ditempat ini terjadi kegerakan rohani dan tempat ini menjadi berkat untuk banyak orang di Kota Jayapura bahkan hingga di Kabupaten penyangga. (*)
Penulis : Rachel