
Jayapura, TopbNews.com – Momentum perayaan natal tahun 2023 di sebagian Kabupaten/Kota yang dibarengi dengan tahapan jelang pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang membuat ornamen natal sangatlah kurang dan lebih banyak terlihat baliho para calon legislatif (caleg).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Klemens Taran menilai, dalam setiap baliho yang terpasang pesan natal sangatlah kurang.
“Ini ada baliho yang terpasang dan pesan natal kayaknya sangat kurang,” kata Klemens Taran di Asrama Haji Kotaraja, Rabu (20/12).
Klemens mengatakan, dalam setiap baliho hanya terdapat foto caleg, nomor urut, logo partai dan lain lain.
“Saya tidak pernah lihat baliho dari para caleg yang dibawahnya ada ucapan selamat natal, tidak ada, hanya nomor urut dari partai apa dan seterusnya,” katanya.
Selaku Kakanwil Kemenag, Klemens juga berpesan agar rumah ibadah jangan dijadikan sebagai tempat kampanye politik praktis.
“Silahkan, KPU kalau mau masuk sampaikan tahapan pemilu silahkan agar jemaat bisa tau, tapi jangan dijadikan sebagai tempat kampanye, itu dilarang keras,” ujarnya.
Menurutnya, tak salah apabila peserta pemilu mengikuti ibadah, namun jangan membuat hal yang berkaitan dengan kampanye.
“Saya selaku Kakanwil berpesan, pembina agama baik itu pendeta dan pastor untuk menjaga dan jadikan Gereja sebagai tempat suci untuk umat beribadah dan tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo