
Manokwari, TopbNews.com – Panitia Perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-171 Tahun 2025 di Tanah Papua memastikan seluruh persiapan kegiatan telah rampung.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Klasis sekaligus Ketua Panitia, Bons Rumbruren, menjelang perayaan yang akan berlangsung 5 Februari 2025.
Menurut Rumbruren, perayaan tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Panitia memutuskan tidak menggelar lomba maupun kegiatan tambahan lainnya, dan hanya memusatkan acara pada pawai serta ibadah syukur.
“Panitia sudah siap untuk pelaksanaan tanggal 5 Februari. Agenda utama hanya pawai dan ibadah. Tidak ada lomba-lomba atau kegiatan lain karena perayaan kali ini memang dibuat lebih terbatas,” jelasnya, Kepada TopbNews. com di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
Ia merinci, rangkaian kegiatan akan diawali dengan pawai atau karnaval pada 3 Februari, yang melibatkan warga gereja serta berbagai paguyuban di Manokwari.
Pawai akan mengambil titik start dari Jalan Percetakan dan berakhir di gereja Elim Kwawi
di pusat kota.
“Kita akan mengambil rute start dari jalan percetakan sanggeng dan finis di Gereja Elim Kwawi ” Ucapnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di area Centrum, lokasi perayaan tahun ini dipindahkan ke Pendopo.
Seluruh kegiatan pada 5 Februari nantinya akan terpusat di lokasi tersebut.
“Kita turunkan lokasi kegiatan ke Pendopo supaya lebih terpusat dan menyesuaikan dengan kondisi perayaan yang sederhana,” tambahnya.
Panitia juga mencatat kehadiran tamu dari luar daerah yang telah mengonfirmasi keikutsertaan.
Dari Klasis Jayapura, sekitar 50 orang dijadwalkan tiba di Manokwari pada 30 Januari 2025.
Sementara itu, dari Klasis Supiori Utara, sekitar 220 orang akan tiba pada 3 Februari 2025.
Para tamu tersebut akan ditempatkan di jemaat-jemaat yang bersedia menjadi tuan rumah.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi kehadiran dari tamu luar Papua, seperti dari Jakarta maupun luar negeri.
Panitia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga gereja dan paguyuban yang ada di Manokwari, untuk turut ambil bagian dalam perayaan ini.
“Siapa saja yang tinggal di Manokwari, di Kota Injil ini, mari kita bersama-sama meramaikan dan merayakan momen bersejarah pekabaran Injil di Tanah Papua,” tutup Rumbruren.
Penulis : Marthina Marisan