
Jayapura, TopbNews.com – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan dalam meningkatan kesadaran hidup sehat bagi masyarakat kota Jayapura dengan melaksanakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin, Kamis (31/8).
Kepala Dinas Kesehatan kota Jayapura dr. Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan, Gerakan hidup sehat adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
“Kegiatan sosialisasi Germas dan Pelayanan Kesehatan calon pengantin ini untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal yang ditandai dengan pola dan perilaku hidup sehat serta hidup dengan lingkungan sehat serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan secara adil dan merata,” kata Ni Nyoman Sri Antari dalam sambutannya.

Dijelaskannya, angka kematian Ibu dan bayi di kota Jayapura masih tinggi sehingga untuk menurunkan angka kematian, angka kesakitan dikota Jayapura harus dilakukan pola perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya adalah Gerakan masyarakat hidup sehat.
Untuk itu masyarakat harus melakukan pola hidup sehat dengan berolahraga, makan makanan yang bergizi dan tidak stres.
“Diketahui penyakit trend yakni penyakit tidak menular, meskipun penyakit tidak menular namun angkanya masih tinggi dikota Jayapura.
Seperti malaria dan juga demam berdarah yang kasusnya pada tahun 2022 lalu berada di 154 kasus dan hingga bulan juli ini sudah mencapai 105 kasus. Sehingga kalau kita tidak melakukan gerakan masyarakat hidup sehat maka penyakit-penyakit ini akan meningkat,” terangnya.
Semantara itu, Pj Sekda kota Jayapura, Roby Kepas Awi mengatakan, masalah kesehatan masih menjadi suatu tantangan yang sangat dinamis dan serius sehingga menjadi agenda prioritas di kota Jayapura.

Selain itu, masalah kesehatan reproduksi dan seksual pada remaja belum sepenuhnya dapat ditangani, hal ini terlihat dengan masih tingginya perkawinan usia dini dan masih tingginya kelahiran pada usia remaja. Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksual juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi.
“Dengan sosialisasi ini diharapkan para calon pengantin untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan pribadi dan calon pasangan, serta memberikan edukasi tentang pelayanan kesehatan yang telah disiapkan oleh pemerintah sehingga akan memberikan informasi dan arahan yang penting dalam mempersiapkan langkah besar menuju kehidupan berumah tangga,” tandasnya. (*)
Penulis : NatYo