
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura, Menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada keluarga kurang mampu. Penyaluran kali ini dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra penyalur resmi, menggantikan mekanisme lama yang sebelumnya melalui kantor pos.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Nyoman Sri Antari, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.
“Penyalurkan bantuan langsung tunai kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dalam bentuk tabungan. Dana bantuan ini akan langsung masuk ke rekening masing-masing penerima manfaat agar penyalurannya lebih transparan dan tepat sasaran”, jelas Nyoman, Senin (13/10).

Dia menyebut total penerima manfaat di Kota Jayapura tercatat sebanyak 6.292 penerima, yang disalurkan secara serentak di masing-masing distrik. Untuk tahap ini, penyaluran dilakukan di Distrik Jayapura Selatan dengan pelayanan langsung oleh Bank BNI.
“Kami berharap masyarakat yang menerima bantuan ini dapat menggunakan dana tersebut secara bijak untuk kebutuhan keluarga dan peningkatan kesejahteraan. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi sampe untuk perjudian”, tegasnya.
Melalui bantuan ini, kami juga berharap keluarga penerima manfaat akan bisa lebih mandiri secara ekonomi di masa depan, sehingga jumlah warga miskin di Kota Jayapura dapat terus berkurang.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan masih terus diverifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran. Dari total 6.292 penerima awal, hasil verifikasi menunjukkan hanya 5.492 keluarga yang memenuhi syarat.
“Verifikasi dilakukan karena ada penerima yang telah meninggal dunia, pindah domisili, atau sudah tergolong mampu. Bahkan ada juga penerima yang teridentifikasi menggunakan bantuan untuk hal-hal yang tidak semestinya seperti judi online”, terangnya.
Bantuan PKH diberikan dengan nominal yang bervariasi, tergantung pada komponen keluarga, seperti jumlah anak yang bersekolah di jenjang SD, SMP, dan SMA, serta keberadaan lansia di rumah tangga tersebut.
“Kami menggunakan Data Sosial Ekonomi Tunggal (DSE) untuk memastikan penerima benar-benar layak. Karena itu, proses verifikasi sangat ketat agar bantuan tidak salah sasaran”, ungkapnya.

Sementara itu Pemimpin Cabang BNI Jayapura, Irwin Niko Hutapea, menyampaikan bahwa pihaknya telah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai bank penyalur bantuan sosial menggantikan kantor pos.
“Kami menerima data penerima dari kantor pusat yang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Setelah itu, kami bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Jayapura untuk melakukan verifikasi dan penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada penerima manfaat”, katanya.
BNI juga bertanggung jawab dalam pembuatan kartu, aktivasi rekening, serta pelaporan kembali ke kantor pusat untuk verifikasi akhir sebelum dana bantuan ditransfer ke rekening penerima.
“Untuk pencairan bantuan diperkirakan akan dilakukan dalam dua minggu ke depan karena harus melalui beberapa tahapan administrasi dan verifikasi”, jelasnya.
Salah satu penerima bantuan, Margareta Nuboba, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

“Sebelumnya saya juga pernah menerima bantuan dari kantor pos, tapi untuk saat ini saya mendapat kartu ATM dari BNI. Uang yang saya terima nanti akan saya gunakan untuk kebutuhan sekolah anak saya, dan sebagian saya tabung. Saya sangat bersyukur karena baru tahun ini bisa kembali menerima bantuan”, bebernya.
Melalui program BLT dan PKH ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap bantuan ini tidak hanya menjadi penopang sementara, tetapi juga mampu mendorong keluarga penerima manfaat untuk lebih berdaya secara ekonomi.
Dengan penyaluran yang transparan, berbasis data valid, serta pengawasan yang ketat, pemerintah berharap program bantuan sosial dapat membantu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jayapura. (*)
Penulis : Rachel