Pemkab Manokwari Siapkan Dana Pengadaan Pupuk Bagi Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo saat memberikan keterangan kepada sejumlah Wartawan (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo menyampaikan, sebanyak 147 kelompok tani di Kabupaten Manokwari akan diberikan bantuan sebesar Rp.15 juta per kelompok tani untuk pengadaan pupuk.

mostbet

“Untuk pengadaan pupuk pemerintah daerah Kabupaten Manokwari melalui Bapak Bupati memberikan bantuan pengadaan pupuk kepada 147 kelompok tani masing-masing kelompok 15 juta rupiah dan dana tersebut sudah mencapai tahap pencairan,” kata kukuh.

Kukuh mengatakan, untuk mengatasi pencemaran air yang berasal dari kali Wariori akibat Tambang Rakyat yang aktif beroperasi, Pemerintah Manokwari telah bekerja sama dengan pihak Bank Indonesia (BI) untuk membangun laboratorium mini Microbachter Alfaafa (MA-11) untuk produksi pupuk organik
(Bio dekomposer) bagi para petani.

“Antisipasi yang kami lakukan adalah dengan mengembangkan pupuk organik yang berkolaborasi dengan BI untuk mengembangkan laboratorium MA-11 untuk memproduksi biang Dekomposer atau pupuk organik,” Ujar kukuh kepada wartawan, Jumat (22/9).

Diketahui bahwa Biodekomposer merupakan konsorsium mikroba yang berfungsi untuk menguraikan bahan organik, sehingga materi yang diuraikan dapat diserap oleh tumbuhan yang hidup di sekitar daerah tersebut.

Lebih lanjut kata Kukuh, Pemerintah Kabupaten Manokwari juga telah berupaya untuk mengatasi kendala yang dialami para petani di Sp1 hingga SP 7 dengan memberikan bantuan sumur dangkal guna memenuhi kebutuhan sumber air bagi tanaman namun tak akan cukup.

“Kami juga sudah fasilitasi para petani dengan memberikan sumur dangkal bagi para petani yang berada di Sp1 hingga Sp7 namun fasilitas tersebut nampaknya tidak banyak memproduksi air yang cukup bagi lahan para petani,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pemerintah daerah bersama Bank Indonesia akan mengambil langkah strategis dengan melakukan Budidaya Tanaman kebun (Hortikultura) guna memenuhi kebutuhan pangan di tengah-tengah masyarakat dan mengatasi angka inflasi di daerah Kabupaten Manokwari.

Menurutnya, jika proses penambangan yang terjadi dapat dihentikan maka produksi pangan yang dihasilkan para petani akan semakin meningkat terutama dalam produksi beras.

Meski demikian, dibalik kekurangan tersebut kata Kukuh, para petani di wilayah SP1 menghasilkan jumlah produksi yang meningkat. Dimana setiap tahunnya proses panen hasil sebanyak dua kali dalam setahun namun pada tahun 2023 masa panen dilakukan sebanyak tiga kali. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!