
Manokwari, TopbNews. com – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengapresiasi serta mendukung dimulainya pembangunan kantor, pastoran, dan aula di paroki Katedral Santo Agustinus Manokwari.
Bupati Manokwari, Hermua Indou yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Albinus Tobis menyampaikan groundbreaking pembangunan fasilitas keagamaan merupakan momentum penting dan bermakna. Bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik, tetapi wujud nyata iman, harapan, dan semangat kebersamaan umat Katolik dalam membangun kehidupan bergereja yang lebih baik.
Bupati berharap kantor dan pastoran yang lebih representatif akan menunjang efektivitas pelayanan rohani, dan aula yang dibangun dapat menjadi ruang pembinaan serta memperkuat relasi sosial antar umat beragama.
Bupati juga berpesan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Manokwari sebagai kekuatan utama yang harus dirawat bersama.
“Melalui pembangunan seperti ini, kita sedang mewujudkan semangat toleransi, gotong royong, dan cinta kasih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesan Bupati yang dibacakan Albinus Tobis.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Papua Barat, Luksen Jems Mayor, menekankan pembangunan tidak hanya sebagai proyek fisik, melainkan mencerminkan wajah persekutuan umat.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak adalah bentuk stimulus, namun yang paling utama adalah keterlibatan langsung umat dalam proses pembangunan melalui semangat gotong royong.
Luksen berharap, pembangunan gedung dapat memberikan nuansa persekutuan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah kehidupan umat beragama di Manokwari. Ia juga menegaskan bahwa Kanwil Kemenag Papua Barat akan memberikan perhatian dan dukungan terhadap proses pembangunan ini, termasuk memastikan aspek legalitasnya.
“Salah satu perhatian kami adalah gedung ini harus segera memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai bentuk kepastian hukum. IMB menjadi salah satu strategi penting dalam perlindungan aset-aset gereja,” pesan Kakanwil.
Penulis : Marthina Marisan.