
Jakarta, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyambut baik komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dalam mendorong percepatan pengembangan komoditas kakao di Tanah Papua, termasuk di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Bidang Perekonomian terkait pengembangan usaha kakao yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2), dengan melibatkan kementerian dan lembaga teknis, pemerintah daerah, serta investor nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan hilirisasi dan potensi ekspor kakao Papua.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, yang hadir dalam agenda tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap potensi kakao di daerahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendagri dan KEPP Otsus Papua atas dukungan konkret bagi pengembangan komoditas kakao di Yapen. Ini menjadi harapan baru bagi petani kami”, ujar Roi Palunga.
Menurut Wakil Bupati, usaha kakao di Yapen telah dirintis oleh masyarakat selama kurang lebih 20 tahun dan menjadi salah satu komoditas rakyat yang memiliki nilai ekonomi strategis. Namun dalam perjalanannya, para petani menghadapi kendala utama pada aspek pemasaran, keterbatasan akses investasi, serta belum optimalnya pengembangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Dengan adanya komitmen bersama lintas kementerian, lembaga teknis, dan investor, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyatakan kesiapan untuk melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas dan standar produksi, hingga fasilitasi kemitraan investasi yang berkelanjutan.
Direktur Penataan Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumule Tumbo, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus Papua tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga mendorong kebijakan Papua Produktif melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Anggota KEPP Otsus Papua, Billy Mambrasar, menyampaikan bahwa pengembangan komoditas kakao sejalan dengan arahan Prabowo Subianto agar daerah mengoptimalkan potensi komoditas unggulan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga pengembangan kakao benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, sektor kakao diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan Yapen yang mampu menembus pasar nasional maupun ekspor, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan dan kemandirian daerah. (*/TOP Kontri 01)