Peletakan Batu Pertama SMA Taruna Cenderawasih di Lahan Seluas 11 Hektar

Kota Jayapura, TopbNews.com- PJ Gubernur Papua mengapresiasi pembangunan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih yang perdana didirikan di Provinsi Papua.

Hal ini disampaikan Penjabat Sekda Provinsi Papua, Suzana Wanggai pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih, Senin (14/7) di Koya Tengah.

“Hari ini kita bersama hadir untuk menorehkan sejarah peletakan batu pertama pembangunan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih”, katanya.

Dirinya menyebut, pembangunan SMA Taruna Nusantara yang diinisiasi Yayasan Gema Valentine telah memberikan banyak kontrubusi di bidang pendidikan di Tanah Papua khususnya di Kota Jayapura.

“Melewati pergumulan yang panjang, Ketua Yayasan Gema Valentine mewujudkan mimpinya untuk membangun pendidikan jenjang SMA berpola asrama bagi anak-anak Papua di kota Jayapura”, sambungnya.

Suzana Wanggai menambahkan, Pendidikan merupakan jembatan menuju masa depan dan ini yang diwujudkan oleh Ibu Ketua Yayasan Gema Valentine Papua bersama tim.

“Melewati 17 tahun bukanlah waktu yang sebentar, dan jika hari ini terwujud pembangunan sekolah SMA Taruna Cenderawasih ini adalah waktu Tuhan”, ujarnya.

Menurutnya, Sekolah Unggulan Taruna Cenderawasih akan menjadi sekolah pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan dan prestasi.

Sekolah ini bukan hanya mengusung nilai-nilai unggul akademik tetapi juga akan menanamkan cinta tanah air, semangat gotong royong serta keberanian untuk bermimpi besar.

“Teruslah bermimpi anak anakku, kalianlah yang akan menjadi calon pemimpin masa depan di Tanah Papua secara khusus di kota Jayapura bahkan di Indonesia”, ungkapnya.

Walikota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura mendukung penuh pembangunan sekolah.

Dengan dibangunnya sekolah ini, diharapkan anak-anak di Papua lebih khusus anak-anak di Port Numbay mendapat perhatian khusus di sekolah taruna nantinya.

Ia berharap, semua lulusan dari SMA Taruna Cenderawasih ini selain dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya di perguruan tinggi tapi juga sudah terlatih untuk masuk menjadi calon Bintara TNI/Polri.

Abisai Rollo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pangdam XVII Cenderawasih yang terus mendukung pembangunan sekolah juga kepada seluruh orang tua murid yang telah mempercayakan SMA Taruna Cenderawasih sebagai tempat para siswa digembleng dan menuntut ilmu.

Dirinya juga mempersilahkan seluruh masyarakat Papua yang ingin membawa anak-anaknya bersekolah di SMA Taruna Cenderawasih.

“Jadi sebagai Walikota saya ingin sampaikan sekolah ini 50 persen bagi orang port Numbay dan 50 persen lainnya itu dari suku lain yang ada di port numbay dan anak-anak kita yang nusantara yang ada di kota Jayapura bisa bersekolah di sini”, tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gema Valentine, Nerlince Wamuar mengatakan Yayasannya telah berdiri sejak 17 tahun yang lalu.

Yayasan ini bergerak di berbagai bidang diantaranya Lingkungan hidup, kesehatan, sosial dan pendidikan.

“Di bidang pendidikan pihaknya telah memiliki beberapa sekolah dan di tahun 2025 kami bersyukur bisa membangun lagi sebuah sekolah jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) berpola asrama”, ujarnya berbinar.

Dia menyebut, dengan penantian yang panjang, tepat di usia 17 tahun pihaknya dapat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih.

“Sekolah akan dibangun di atas tanah seluas 11 hektar. Dan diawal pembangunan akan dibangun 6 ruang sekolah baru, Aula juga berbagai fasilitas olahraga serta kebun, kolam ikan dan ternak ayam petelur di atas tanah seluas 2 hektar”, jelasnya.

Nerlince manambahkan, penyelesaian pembangunan SMA Taruna Cenderawasih yang bekerja sama dengan Kodam XVII Cenderawasih dan Pemkot Jayapura dipastikan akan rampung pada Desember mendatang.

“Ketika mereka kembali dari masa basis di rindam, para Taruna Taruni sementara akan bersekolah menggunakan ruang kelas di SMPN 10 Koya Barat dan akan didampingi oleh 16 pengajar dari Rindam. Dan saat ini Angkatan pertama SMA taruna berjumlah 90 siswa sementara sedang mengikuti masa basis di rindam dan akan kembali pada 5 agustus mendatang*, paparnya.

Ketika disinggung terkait kesiapan yayasan menangani kebutuhan makanan bagi ke 90 siswanya, dengan tegas Nerlince mengatakan pihak yayasan telah memiliki 6 hektar kebun dan dipastikan bisa memenuhi kebutuhan dapur mereka.

“Sekolahnya berpola asrama. Kelengkapan berupa asrama telah disiapkan untuk seluruh siswa sementara untuk makan, pihak yayasan sendiri memiliki kebun seluas 6 hektar dan diyakini hasil kebun dapat menunjang makanan bagi para siswanya. Tapi kami tidak menutup kemungkinan bagi para orang tua siswa yang memiliki hasil kebun, tangkapan ikan dan lainnya bisa membawanya dan menjual ke pihak yayasan untuk mencukupi kebutuhan makan mereka”, tandasnya. (*)

Penulis : Rachel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!