
Manokwari, TopbNews.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manokwari, Rustam Efendi, mengungkapkan masih banyak kendala dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Menurutnya, selain masalah jaringan dan listrik, faktor sumber daya manusia (SDM) menjadi persoalan utama.
Dari total 22 Pegawai Negeri di Dukcapil Manokwari, hanya sekitar 14 orang yang bisa melayani di loket.
Setiap hari, jumlah masyarakat yang datang mencapai 200 orang, sementara loket yang tersedia hanya dijaga oleh enam petugas secara bergantian.
“Teman-teman di loket juga butuh istirahat. Kalau tenaga memadai, saya bisa buat sistem shift dari pukul 08.00 WIT sampai 12.00 WIT, lalu dilanjutkan 12.00 sampai 15.30 WIT. Namun karena keterbatasan, masyarakat sering harus menunggu saat petugas istirahat siang”, jelas Rustam saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin (22/9).
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya melayani hingga selesai, bahkan terkadang sampai pukul 17.00 WIT.
Ia menegaskan, idealnya Dukcapil Manokwari membutuhkan tambahan 16 pegawai lagi untuk mengoptimalkan pelayanan. Selain itu, ruang pelayanan juga perlu diperluas agar bisa menampung 10 operator.
Saat ini, hanya enam operator yang bisa bertugas, dengan pembagian khusus, satu untuk kantor, satu untuk pemindaian, satu untuk cetak KTP, sementara pencetakan dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA) menggunakan sistem.
Rustam menambahkan, pencetakan KTP masih terkendala ketersediaan blanko, meski pihaknya masih mampu melayani hingga 50 cetakan per hari.
“Untuk KTP sebenarnya tidak ada masalah besar, hanya memang blanko terbatas”, ujarnya.
Guna memperbaiki kualitas pelayanan, tahun ini Dukcapil Manokwari dalam tahap rehabilitasi ruang pelayanan sehingga bisa membuka 10 loket sekaligus. Layanan perekaman juga akan dipusatkan menjadi satu. (*)
Penulis : Rian Lahindah