
Manokwari, TopbNews.com – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manokwari, Pekan depan akan melakukan razia premanisme.
Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. RB Simangunsong mengatakan, operasi ini dilakukan terkait maraknya aksi pemalakan yang terjadi di Ibukota Provinsi Papua Barat yang meresahkan masyarakat.
“Minggu depan kami akan melakukan operasi preman di pasar, di kampung-kampung dan lokasi ramai lainnya yang mungkin mengganggu ketertiban,” ujarnya.
Simangunsong menjelaskan, razia premanisme ini diberlakukan secara bertahap. Dimana proses minggu pertama akan dilakukan pembinaan dan minggu berikut pihaknya akan melakukan penindakan.
“Yang kami amankan itu kami bina dulu minggu pertama, selanjutnya minggu kedua kami mulai penindakan,” jelasnya.
Simangunsong menghimbau kepada oknum-oknum yang melakukan aksi premanisme, untuk berhenti mengganggu masyarakat, karena jika tidak maka polisi tak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan.
“Saudara-saudara yang dipasar yang selama ini mencari pemasukan buat dirinya melalui pemalakan. Stop, karena kami akan tangkap jika terus beraksi,” tegasnya usai mendengar curhatan dari pejasa ojek di Perempatan Traffic Light Makalo, Jumat (15/9).

Selain razia premanisme, menurut Simangunsong razia senjata tajam (sajam) juga akan dilakukan secara bersamaan.
“Orang yang membawa sajam yang tidak pada tempatnya kita akan tindak. Mungkin ada masyarakat kita yang beranggapan bawa sajam untuk jaga-jaga diri, stop tidak usah. Kalau memang merasa terganggu beritahu kami (polisi) karena tugas kami menjaga masyarakat,” ucapnya.
Semasa kepemimpinannya di Polresta Manokwari, Simangunsong berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Oleh karena itu, berbagai tindakan kriminalitas, menjadi atensi khusus bagi seluruh personel.
Lebih lanjut ia mengatakan, Manokwari sebagai Kota Injil harus menjadi barometer bagi wilayah lain di Indonesia, dengan kehidupan sosial yang penuh damai.
“Label Manokwari sebagai Kota Injil harus mengadopsi apa yang dimuat dalam ajaran agama. Harusnya kita lebih tertib, aman, damai dan disiplin,” Pungkasnya.
Penulis : Tesan