​Pedagang Pinang di Manokwari Bertahan dengan Pasokan Lokal SP

Manokwari, TopbNews.com – Keberadaan para penjual pinang di area perempatan lampu merah Sanggeng, Manokwari, menjadi pemandangan harian yang menggambarkan denyut ekonomi mikro di Ibukota Provinsi Papua Barat ini.

mostbet

Meski hanya sebagai usaha selingan, perdagangan buah pinang terbukti mampu menjadi penopang ekonomi bagi para pedagang yang didominasi warga asal Buton.

​Aca (26), salah satu pedagang di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya telah berjualan di titik tersebut selama lebih dari satu tahun. Ia memulai aktivitas dagangnya sejak akhir tahun 2024.

​“Harapannya ya yang penting kita menjual aman-aman saja begini, tidak ada kekacauan, aman-aman saja jualan”, ujar Aca saat ditemui di lapaknya, Selasa (19/1).

Untuk menjaga ketersediaan barang, ​Aca mengaku sangat bergantung pada pasokan petani dan pemanjat lokal dari daerah Satuan Pemukiman (SP). Ia membeli pinang dari berbagai kalangan, baik masyarakat asli Papua maupun pendatang yang memiliki kebun di sana.

​Setiap hari, ia menampung sekitar 10 mayam (tangkai) pinang atau lebih, dengan harga beli dari petani berkisar antara Rp40.000 hingga Rp70.000 per tangkai, tergantung pada kualitas buahnya.

Pinang tersebut kemudian dijual kembali dalam bentuk eceran dengan harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per bungkus.

Meskipun area berjualannya merupakan kawasan strategis di samping perbankan, Aca menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada upaya penggusuran dari pihak pemerintah daerah maupun aparat Satpol PP.

Ia pun menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan lokasi dagangannya.

​“Bayar kebersihan saja. Rp10.000 (setiap petugas datang). Kalau untuk per bulan bayar tempat ini enggak ada”, jelasnya.

​Selain itu, ia juga menunjukkan sikap terbuka terhadap warga asli Papua yang ingin ikut berjualan di lokasi yang sama. Aca sering memberikan ruang atau membantu menjualkan barang dagangan milik warga lokal jika mereka menitipkannya.

“Kalau mereka minta jualan begitu kita kasih. Palingan kalau ada barangnya mereka mau menjual kita kasih biarpun sedikit begitu”, pungkas Aca.

​Dengan jam operasional mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIT, aktivitas para pedagang pinang ini terus menjadi bagian dari dinamika sosial di pusat kota Manokwari. (*/TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!