Papua Barat Targetkan Ekspansi Kakao hingga 68 Ribu Hektare pada 2027

Jakarta, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menargetkan perluasan pengembangan komoditas kakao hingga mencapai sekitar 68.734 hektare pada tahun 2027. Informasi tersebut disampaikan dalam rilis resmi yang diterima redaksi TopbNews.com terkait pertemuan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta.

Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa pemerintah daerah memaparkan potensi besar sektor perkebunan di Papua Barat yang dinilai dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat.

Kakao disebut sebagai komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan lebih luas di berbagai wilayah.

Menurut Dominggus, sebagaimana dikutip dalam rilis yang diterima redaksi, pengembangan kakao tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami berharap pengembangan kakao ini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Dominggus dalam keterangan tertulis tersebut.

Selain kakao, Papua Barat juga memiliki komoditas perkebunan unggulan lainnya, yakni pala yang banyak dibudidayakan di wilayah Fakfak dan Kaimana.

Dalam rilis itu disebutkan bahwa luas perkebunan pala di dua wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 30 ribu hektare dan menjadi salah satu komoditas khas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pemerintah daerah menilai pengembangan komoditas perkebunan unggulan seperti kakao dan pala dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.

Namun demikian, dalam rilis yang sama juga disebutkan bahwa pengembangan kakao di Papua Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan infrastruktur, akses pasar yang belum optimal, serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, baik melalui program pengembangan komoditas, pendampingan bagi petani, maupun penguatan rantai pasok hasil perkebunan.

Dengan potensi lahan yang luas serta dukungan kebijakan yang tepat, kakao dinilai berpeluang menjadi salah satu komoditas strategis yang dapat memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Barat di masa mendatang. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!