Papua Barat Deklarasi 5 Kesepakatan ‘Papua Barat Damai”

Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dengan tegas membacakan 5 (lima) isi kesepakatan dalam kegiatan Jalan Santai bertema “Papua Barat Damai” yang berlangsung, Kamis (4/9/2025) di Kota Manokwari.

Berikut 5 (lima) kesepakatan yang dideklarasikan Kepala Suku Besar Arfak serta didampingi jajaran Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Forkopimda Kabupaten Manokwari, TNI, POLRI, kelompok masyarakat, kelompok pemuda, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus di Kota Manokwari.

  1. Setia dan taat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara yang sudah final;
  2. Menolak dengan tegas segala bentuk tindakan provokatif, anarkisme, kekerasan, intimidasi, penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kekerasan serta mengancam kenyamanan, keamanan, dan ketertiban umum di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari;
  3. Berkomitmen untuk selalu mengedepankan jalan dialog, musyawarah untuk mufakat, dan cara-cara yang damai serta konstitusional dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat aspirasi maupun permasalahan yang timbul di tengah masyarakat.
  4. Mendukung penuh upaya aparat (TNI dan Polri) untuk bertindak tegas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku terhadap siapapun, baik individu maupun kelompok, yang mencoba melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat.
  5. Mengajak dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua Barat untuk tidak mudah terprovokasi, senantiasa menjaga akal sehat, menjaga lingkungan yang aman sejuk, dan damai di tempat tinggal kita masing-masing.

Pembacaan deklarasi “Papua Barat Damai” dilakukan usai pelaksanaan jalan sehat dan dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas oleh seluruh komponen pemuda dan masyarakat bersama pemerintah dan legislatif.

Gubernur Dominggus Mandacan tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pemuda dan masyarakat yang terlibat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi modal penting untuk menciptakan suasana aman dan harmonis di Tanah Papua.

Dominggus menegaskan, kerukunan antar suku, agama, dan budaya merupakan fondasi utama membangun persatuan. Dirinya berpesan pentingnya menghormati hak warga negara dalam menyampaikan pendapat secara damai dan bertanggung jawab, akan tetapi aspirasi yang disampaikan harus dengan cara-cara baik, sehingga tidak ada pihak yang menunggangi momentum tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat, tetapi harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai ada yang menunggangi demi kepentingan kelompok atau pribadi tertentu,” pesan Gubernur Mandacan sembari mengajak seluruh masyarakat terus menjaga persatuan dan kerukunan di Papua Barat dan dengan lantang meneriakan yel-yel “Indonesia Cinta Damai”, “Tanah Papua Damai”, “Papua Barat Damai” dengan disambut antusias peserta.

Pantauan TopbNews.com prosesi kegiatan mengambil rute start halaman Rumkital Fasharkan TNI AL Manokwari dan finish di Jalan Percetakan Sanggeng Manokwari.

Penulis : Hengki Kadiwaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!