
Manokwari, TopbNews.com – Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program teritorial yang telah dirintis oleh pendahulunya.
Dalam wawancaranya, ia menyampaikan sejumlah langkah strategis yang akan diambil guna meningkatkan keamanan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Salah satu fokus utama program Pangdam XVIII/Kasuari adalah pembentukan Batalyon Teritorial Terpadu. Program ini dirancang untuk meningkatkan sinergi antara TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks.
“Saat ini, Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota, dan kami ingin memastikan bahwa setiap daerah memiliki Batalyon Teritorial Terpadu yang dapat menjalankan tugas pembinaan wilayah serta memperkuat pertahanan di tingkat lokal,” ujar Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu di Aula Makodam XVIII/ Kasuari, Senin (10/2).
Di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, yang terdiri dari 13 kabupaten/kota, masih dibutuhkan 7 hingga 8 batalyon tambahan untuk memenuhi kebutuhan pengamanan dan pembinaan teritorial. Menurutnya, kehadiran batalyon-batalyon ini tidak hanya akan meningkatkan keamanan tetapi juga membuka peluang rekrutmen bagi pemuda setempat untuk bergabung dengan TNI.
Sebagai bagian dari penguatan struktur teritorial, Pangdam XVIII/Kasuari juga menargetkan peningkatan jumlah rekrutmen Bintara dan Tamtama di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap batalyon yang dibentuk memiliki kekuatan personel yang memadai.
“Kami ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk bergabung dengan TNI AD. Ini tidak hanya untuk memperkuat pertahanan tetapi juga untuk menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelasnya.
Selain membangun batalyon tambahan, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, akan ada pengembangan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru di beberapa wilayah strategis, termasuk di Kalimantan dan Papua.
Rencana ini merupakan bagian dari kebijakan pertahanan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kehadiran TNI AD di daerah-daerah yang memiliki potensi konflik atau tantangan geografis yang tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah memiliki sistem pertahanan yang kuat dan mampu merespons berbagai dinamika keamanan dengan cepat dan efektif”, pungkasnya. (*/KY)