
Manokwari, TopbNews.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Tanah Papua, khususnya bagi generasi muda, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih cerdas, mandiri, dan terlindungi dalam mengelola keuangan.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, menegaskan pentingnya pemahaman pengelolaan keuangan bagi pelajar sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Pemahaman keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak serta lebih terlindungi dari berbagai bentuk penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan. Ilmu tentang pengelolaan keuangan merupakan essential life skill atau keterampilan hidup yang sangat penting bagi kita semua,” ujar Ferdian pada penutupan rangkaian kegiatan OJK Goes to School di SMP Negeri 1 Anggi, Rabu (13/5).
Menurutnya, penguatan literasi keuangan juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun judi online yang dapat merugikan masyarakat, khususnya generasi muda.

Peningkatan literasi keuangan sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bijak, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab di tengah perkembangan produk dan layanan keuangan yang semakin pesat.
Sementara itu, Perwakilan Kepala SMP Negeri 1 Anggi, Asriadi, mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan oleh OJK yang menjangkau lingkungan sekolah maupun masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini serta mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak di masa depan, termasuk dengan tidak terlibat dalam aktivitas judi online maupun menggunakan pinjaman online ilegal”, ujarnya.
Sebelumnya, OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya juga melaksanakan berbagai kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Pegunungan Arfak, antara lain Edukasi Keuangan kepada Aparatur Sipil Negara pada Senin (11/5), OJK Goes to School di SMA Negeri 1 Anggi, serta Edukasi Keuangan kepada anggota Kepolisian Resor Pegunungan Arfak pada Selasa (12/5). Total peserta dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai 216 orang.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan, pelaksanaan OJK Goes to School di SMA Negeri 1 Anggi dan SMP Negeri 1 Anggi juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi para siswa.
OJK akan terus memperluas dan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan kepada berbagai segmen masyarakat, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, serta terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. (*/rls)