
Jayapura, TopbNews.com – Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano bersama Calon Wakil Gubernur Papua, Constan Karma menggelar Ngabuburit bersama insan pers di Jayapura, Kamis (27/3).
Didepan puluhan awak media yang hadir, Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BTM mengatakan, Ngabuburit ini sekaligus menjadi momen bertegur sapa, berbagi kisah, dan mendengarkan suara hati para insan pers.
“Saya mengemas acara ini dalam bentuk buka puasa bersama, Tapi saya paham betul saat ini masih dalam suasana politik. Jangan-jangan nanti ada yang bilang, “Wah, Pak BTM ini lagi kampanye!” Kalau pun saya dianggap kampanye, saya kira ini kampanye yang paling ikhlas, karena kampanye saya kali ini menyapa dan menguatkan ikatan hati dengan sahabat-sahabat yang selama ini selalu bersama saya”, katanya.
BTM menyebut, kehadirannya bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk mendengar dan ingin menyimak pikiran-pikiran cerdas dari para insan pers.
“Bahkan, jika boleh saya hanya ingin duduk, mendengar, dan menulis setiap nasihat yang saudara-saudara titipkan untuk saya, sebagai bekal membangun Provinsi Papua yang kini terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota setelah pemekaran. Kita tahu bahwa setelah pemekaran provinsi, tentu saja pendapatan daerah provinsi papua berkurang, dan tantangan semakin besar. Maka diperlukan banyak kepala untuk berpikir bersama, mencari jalan keluar, agar pembangunan tidak terhenti, dan harapan masyarakat tetap terjaga”, ujarnya kepada awak media.
Menurut BTM, Insan Pers adalah pena-pena zaman. Ujung-ujung tinta yang tidak pernah berhenti menulis cerita dari zaman ke zaman. Pers adalah pembawa cahaya, yang menuntun langkah kita dari lorong-lorong gelap kebodohan menuju terang wawasan,” Kalian bukan hanya saksi sejarah tetapi penentu arah sejarah itu sendiri”, sebutnya.
Masih menurut BTM, media adalah jembatan. Media adalah suara yang menggaungkan bisikan rakyat kecil hingga terdengar di ruang rapat para pengambil keputusan.
“Dari kata-kata yang kalian tulis yang kadang hanya selembar berita, bisa lahir perubahan besar yang menembus dinding-dinding kekuasaan”, ungkapnya sembari berpesan, pers jangan berpihak pada kepentingan tapi pada fakta.
Diakhir sambutanya, BTM bersama CK berterima kasih kepada seluruh insan pers di jayapura.
“Terima kasih saya yang setulus-tulusnya kepada insan pers di Kota Jayapura. Kalian telah menjadi bagian penting dalam laju pembangunan yang kadang lambat, bahkan tersendat. Kalian telah mengadvokasi yang tersisih menjadi yang diperhitungkan. Kalian telah membuka yang tersembunyi menjadi nyata. Kalian telah menjadikan keraguan menjadi kepastian”, ujar BTM.
“Mari kita perkuat tradisi jurnalistik yang bermartabat. Mari menjadi pengawal kebijakan publik yang adil. Mari menjadi penyambung lidah rakyat yang benar-benar jujur, tajam, dan solutif. Tanpa pers yang kuat, tidak ada demokrasi yang sehat. Tanpa pers yang independen, tidak ada kebijakan yang berpihak,” bebernya menambahkan.
Ia berharap ketika nanti rakyat Papua mendaulatnya menjadi Gubernur Papua, semangat insan pers tidak pernah surut.
“Tetaplah menjadi mitra kritis, bukan hanya teman tepuk tangan. Tetaplah menjadi penulis kisah yang akan membawa Papua berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lain. Bersama-sama kita buktikan bahwa Papua bukan hanya garis pinggir Indonesia tetapi salah satu poros masa depan Indonesia”, pesannya.
Senada, Calon Wakil Gubernur Papua Barat, Constan Karma mengajak insan pers untuk menjadikan momentum ini guna mempererat persaudaraan, memperkuat kerjasama dan membangun papua yang lebih damai, sejahtera dan bermartabat.
“Saya percaya bahwa insan pers papua akan terus menjadi mitra dalam membangun daerah ini dengan beriita- berita yang membangun dan menginspirasi”, pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo & Tesan