MV Seabourn Wurslaind Singgah di Mansinam, Perputaran Ekonomi Capai Lebih dari Rp100 Juta

Manokwari, TopbNews.com – Kehadiran kapal pesiar MV Seabourn Wurslaind, pada Jumat (12/9) di Pulau Mansinam menghadirkan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Dari transaksi penjualan kerajinan, kuliner, hingga berbagai biaya pendukung acara, total perputaran uang tercatat Rp105.470.000.

mostbet

Hasil di lapangan menunjukkan, penjualan langsung mama-mama di lokasi acara mencapai Rp10.470.000, dengan produk terlaris berupa noken, mahkota tradisional, ukiran kasuari, makanan cepat saji, dan kelapa muda. Tambahan Rp95.000.000 berasal dari pembayaran grup tari, persiapan lokasi, konsumsi makanan lokal, transportasi tim pendukung, fee pemandu, donasi kampung, serta biaya operasional lainnya.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat, Matias Rumbruren, menegaskan bahwa sepanjang 2025, kunjungan kapal pesiar ke Papua Barat, termasuk Manokwari dan Pulau Mansinam mengalami peningkatan.

“Kunjungan kapal pesiar tahun ini cukup banyak dan memberi dampak langsung pada ekonomi lokal. HPI sudah berperan besar dalam mendatangkan wisatawan dan menghidupkan ekonomi daerah. Karena itu pemerintah daerah perlu lebih memperhatikan organisasi seperti HPI, sebab dari sektor ini uang miliaran rupiah bisa terus masuk ke Papua Barat”, tegas Matias.

Sementara, Akademisi Pariwisata Universitas Papua, Yansen Saragih, menilai capaian Rp105 juta lebih dari satu kunjungan kapal pesiar adalah bukti nyata multiplier effect pariwisata.

“Angka ini tidak hanya dinikmati pelaku besar, tetapi juga mama-mama penjual pinang, pedagang kecil, sanggar tari, hingga pemuda kampung yang mengurus transportasi. Inilah wajah pariwisata berbasis masyarakat. Jika kunjungan kapal pesiar berlangsung rutin, maka masyarakat memiliki insentif kuat untuk menjaga budaya, alam, dan keramahtamahan”, jelas Yansen.

Dengan nilai perputaran uang Rp105.470.000 hanya dari sekali kunjungan MV Seabourn Wurslaind, Pulau Mansinam sekali lagi membuktikan diri sebagai destinasi strategis dan pintu masuk wisata bahari Papua Barat ke pasar global. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!