
Manokwari, TopbNews.com – Kelurahan Padarni kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah yang aktif dan progresif dalam mendorong pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Padarni Tahun 2026 yang digelar, Rabu 18 Februari 2026.
Sebanyak 26 RT dan RW hadir menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di Kelurahan Padarni.
Padarni Harus Bergerak Bersama Lurah Padarni, Paul Rumbruren, menegaskan kehadiran para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT/RW, dan stakeholder merupakan bentuk komitmen bersama membangun Kelurahan Padarni ke arah yang lebih baik.
“Musrenbang ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi langkah strategis untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Di sini kita identifikasi persoalan riil di lapangan dan kita susun program prioritas yang benar-benar berdampak,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar usulan yang disampaikan bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan murni kebutuhan masyarakat luas.
“Kita datang untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan RT semata tanpa melibatkan masyarakat. Mari kita sampaikan masalah yang ada agar selaras dengan visi misi Bupati Manokwari dan RPJMD daerah,” ujarnya.

Meski demikian, Paul juga secara terbuka menyampaikan kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Ia berharap masyarakat memahami bahwa tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan, sehingga perlu menentukan skala prioritas yang paling mendesak dan berdampak langsung.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua 1 DPRK Manokwari, Johani Brian Alpristha Makatita, yang sebelumnya telah mendukung pembangunan jembatan di Borobudur 1, yang kini telah dimanfaatkan masyarakat.
” Kiranya apa yang telah di berikan oleh ibu dapat menjadi berkat untuk masyarakat dan ibu juga selalu di berkati dalam setiap tugas dan tanggung jawab ” Jelasnya.
Dengan memanjatkan puji syukur, Musrenbang Tingkat Kelurahan Padarni Tahun 2026 secara resmi dibuka.
Kepala Distrik Manokwari Barat, Isak Erens Waramori, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas, melainkan ruang sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Jangan kita usul terlalu banyak di luar arah kebijakan pemerintah, nanti tidak masuk kita marah. Kita harus fokus pada program strategis yang sejalan dengan kebijakan bupati,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.
Selain pembangunan infrastruktur, Isak mendorong agar UMKM di Padarni diarahkan dan dibina melalui dinas teknis maupun koperasi, sehingga program pemberdayaan benar-benar menyentuh masyarakat.
Musrenbang Kelurahan Padarni juga dihadiri sejumlah anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manokwari (DPRK) di antaranya: Johani Brian Alpristha Makatita,
Haryono M. K. May, Trisep Kambuaya.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa aspirasi masyarakat Padarni tidak akan berhenti di tingkat kelurahan, tetapi akan dikawal hingga tingkat distrik dan kabupaten.
Turut hadir pula Kabid Data dan Litbang Bappeda Kabupaten Manokwari, Agus Priyanto, yang akan mengarahkan teknis penyusunan dan sinkronisasi usulan agar masuk dalam sistem perencanaan daerah.
Padarni Ingin Jadi Contoh
Musrenbang 2026 menjadi momentum penting bagi Kelurahan Padarni untuk memastikan setiap program yang diusulkan benar-benar terarah, realistis, dan selaras dengan kebijakan daerah.
Dengan partisipasi penuh 26 RT/RW, dukungan DPRK, serta sinergi pemerintah distrik dan kabupaten, Padarni menunjukkan keseriusannya menjadi kelurahan yang progresif, terarah, dan siap bergerak bersama membangun Manokwari yang lebih baik.
Penulis : Marthina Marisan