
Jayapura, TopbNews.com – Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam keras pembakaran atribut Mahkota Cenderawasih yang viral beredar melalui unggahan video dan dilakukan oleh BKSDA Provinsi papua pada, 20 Oktober 2025 lalu.
Ditemui dibuang kerjanya, Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua sekaligus Ketua Pokja Adat, Max Abner Ohee menyesalkan tindakan pemusnahan Mahkota Cenderawasih dengan cara dibakar.
Max Abner Ohee mengatakan, Mahkota Cenderawasih merupakan kebanggaan dan simbol kebesaran juga harga diri orang papua.
“Terkait maraknya berita pembakaran atribut mahkota cenderawasih yang dilakukan pihak BKSDA Provinsi papua dan yang terlibat dalam video tersebut, kami sangat menyesalkan hal tersebut” ujarnya dengan nada kesal, Rabu (22/10).
Dia menyebut, sebagai lembaga kultur orang asli Papua yang menjaga hak orang asli Papua, manusia, tanah dan budayanya kami mengecam keras tindakan tersebut.
“Kami sangat menyesalkan tindakan tersebut. Karena kita ketahui bersama bahwa MAHKOTA burung cenderawasih adalah kebanggaan dan simbol kebesaran masyarakat Papua”, tegasnya.
Menurutnya, pihaknya telah menerima kunjungan utusan pada siang tadi dari masyarakat adat yang meminta MRP untuk segera memfasilitasi pertemuan guna menyikapi tindakan tersebut untuk meredam situasi yang ada.
“Karena kalau MRP tidak ambil sikap mereka akan melakukan tindakan sendiri. Untuk itu kami akan segera melakukan pertemuan bersama Dewan adat, ondoafi, kepala suku serta seluruh masyarakat adat yang direncanakan pada esok hari (Kamis, 23 Oktober 2025 ) dan mendengar apa yang menjadi tanggapan mereka terkait tindakan diskriminatif atau pelecehan yang telah dilakukan kelompok tersebut”, ungkapnya.
“Utusan masyarakat adat tadi telah menyampaikan bahwa harus ada sanksi hukum baik hukum positif dan hukum adat yang diberlakukan”, sambungnya.
Dirinya juga menyayangkan kurangnya koordinasi beberapa lembaga atau instansi yang berhubungan dengan lembaga kultur ini.
“Ini kan kesalahan dari mereka. Kenapa segala sesuatu tidak pernah dikoordinasikan dengan lembaga kultur. Tidak hanya BKSDA yaa tapi juga yang lainnya seperti pertanian bahkan pertambangan. Dengan adanya koordinasi maka kita bisa tau mana saja satwa yang dilindungi kalaupun diambil atau disita bisa disimpan bukannya dibakar seenaknya”, ujarnya.
Max Abner Ohee mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua dan enam Lembaga MRP yang ada di Tanah Papua untuk tetap menjaga situasi yang kondusif di tanah Papua.
“Mari kita menyikapi ini dengan hati yang dingin dengan memfasilitasi pertemuan bersama untuk mendengarkan aspirasi mereka. Dan kepada pihak yang telah melakukan tindakan tersebut tetap harus bertanggungjawab”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rachel