MRP Papua Barat Daya Monitoring Pelestarian Adat dan Budaya di Kampung Arborek

Arborek, TopbNews.com – Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Monitoring Pelestarian dan Penyelenggaraan Kehidupan Adat dan Budaya aAsli Papua di Kampung Arborek, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (21/3).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pokja Adat, Mesak Mambraku, bersama 10 anggota tim dan dihadiri para kepala kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Mesak Mambraku menyampaikan bahwa salah satu tugas utama MRP adalah menjaga dan melestarikan adat serta budaya Papua dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa wilayah Distrik Meos Mansar, termasuk Kampung Arborek, menjadi salah satu parameter penting dalam melihat keterkaitan antara adat, budaya, dan sektor pariwisata.

“Wilayah ini menjadi barometer untuk mengukur perkembangan pariwisata sekaligus melihat apa saja yang mulai hilang dan apa yang selama ini terabaikan dalam kehidupan adat dan budaya”, ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan MRP tidak menginap di resort, melainkan memilih tinggal di homestay milik masyarakat. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat kampung.

Mesak Mambraku juga menyampaikan bahwa kawasan Meos Mansar, mulai dari Kampung Yebubas hingga Arborek dan sekitarnya, telah memiliki homestay yang dikelola masyarakat, sehingga menjadi peluang ekonomi yang perlu terus didukung.

Selain membahas adat dan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bersama masyarakat terkait berbagai isu penting, antara lain kondisi ekonomi, pendidikan, pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus), serta pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula beberapa perkembangan pembangunan, di antaranya rencana pembangunan jembatan di Kampung Kapisawar yang telah masuk dalam program tahun ini.

Sementara itu, pembangunan dermaga di Kampung Arborek yang sebelumnya tertunda, kini kembali direkomendasikan oleh MRP untuk dialokasikan, mengingat peran strategis Arborek sebagai titik transit wisata di Raja Ampat.

Melalui kegiatan ini, MRP Papua Barat Daya berharap dapat menyerap aspirasi masyarakat secara langsung serta memastikan bahwa pelestarian adat dan budaya tetap berjalan seiring dengan pembangunan dan perkembangan pariwisata di daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!