
Jayapura, TopbNews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari kepada awak media mengatakan Trend ini terus meningkat sejak ditemukannya pertama kali di kota Jayapura.
Hal ini diakibatkan oleh maraknya pekerja sex terselubung (Michat) yang menjamur di kota Jayapura.
“Totally kasus baru hingga September tahun 2024 yang ditemukan oleh petugas lapangan Dinas Kesehatan Jayapura yang bermitra dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ( PKBI ) melalui screaning sebanyak 1278,” ungkap Ni Nyoman Sri Antari di ruang kerjanya, Kamis (13/2).

Ni Nyoman menambahkan, sebarannya terdapat di kampung dan kelurahan yang ada di kota Jayapura .
“Sebaran tertinggi kasus HIV/ AIDS terdapat di kelurahan waena dan ardipura, Ini dipicu oleh maraknya pekerja seks terselubung yang berdomisili di daerah tersebut. Ditempat lain juga ada tetapi tidak se-ekstrim di dua kelurahan tersebut. Ini berdasarkan data screaning di lapangan yang dilakukan oleh PKBI dan petugas lapangan P2P Dinas Kesehatan Kota Jayapura,” ujarnya.
Diketahui Hingga tahun 2024 kasus HIV & AIDS di kota Jayapura mengalami lonjakan yang sangat tinggi.
Total Penderita yang terinfeksi HIV sebanyak 895 sementara positif AIDS sebanyak 383.
Sementara Pasien TB Positiv HIV di tahun 2024 mencapai 106 pasien. Dan Ibu Hamil yang positiv HIV 110.

Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan ekstra bagi dinas dan pihak terkait untuk terus menekan angka Trend HIV & AIDS di kota Jayapura yang menjadi Ibukota Provinsi Papua.
“Karena sulit sekali rasanya meredam permasalahan sek bebas mengingat maraknya pekerja seks yang bekerja melalui media media sosial,”ujarnya.
Dirinya berharap meski jumlahnya meningkat namun kasus penyebarannya tidak terus melonjak.
“Masyarakat harus perduli dengan kesehatan dirinya dengan tidak berganti ganti pasangan, Rutin untuk melakukan screaning setiap 6 bulan sekali di fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo