
Manokwari, TopbNews.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw meminta para Bupati di tujuh Kabupaten diwilayah Provinsi Papua Barat untuk menjadi orang tua asuh bagi anak stunting di daerahnya masing-masing.
Menurut Waterpauw, gerakan orang tua asuh merupakan salah satu langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk intervensi penurunan angka stunting di Provinsi Papua Barat.
“Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw punya 85 anak asuh di 7 Kabupaten. Seandainya setiap pejabat memiliki anak asuh, bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Waterpauw baru-baru ini di Manokwari.
Paulus Waterpauw menjelaskan, dari 85 anak asuh tersebut, 10 anak dinyatakan sudah bebas dari stunting.
“Di Kabupaten Teluk Bintuni terdapat 5 ana asuh, 4 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Di Mansel, dari 12 anak, 6 diantaranya sudah bebas dari stunting. Jadi dari total 85 anak asuh, 10 anak dinyatakan bebas dari stunting, sehingga masih ada 75 anak asuh,” jelasnya.
Selain dirinya dan Pj Ketua PKK Provinsi Papua Barat, para pimpinan daerah di Pemprov Papua Barat juga memiliki anak asuh. Setiap Pimpinan OPD memiliki 10 anak asuh. Tercatat sudah ada 561 anak asuh di seluruh wilayah Papua barat, belum termasuk Kabupaten-Kabupaten.
Data anak Stunting di Provinsi Papua Barat berjumlah 2659 anak. Dan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka prevalensi Papua Barat di angka 30 persen.
Pada kesempatan itu, Waterpauw berharap dengan adanya Satgas Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Papua Barat Tahun 2023, dapat meningkatkan penanganan kasus Stunting dan Kemiskinan ekstrem hingga tercapai target angka prevalensi 22%.
“Target penurunan prevalensi stunting di tahun 2024 sudah kita sepakati 22 persen harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Waterpauw sembari menanyakan kesiapan dari masing-masing Bupati dan Wakil Bupati. (*)
Penulis : Marthina Marisan