
Di bawah terik matahari kawasan komplek pertokoan Bumi Marina Asri, seorang pemuda berpakaian sederhana berdiri mengatur kendaraan di halaman ruko Marina Mart. Namanya Luis Amunauw (18). Setiap hari, dari tempat parkir inilah ia menjalani hidupnya, menggantikan bangku sekolah yang harus ia tinggalkan sejak kelas enam Sekolah Dasar.
Luis Amunauw berasal dari Wasior, Provinsi Papua Barat. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Tiga adiknya masing-masing berusia 16 tahun, 11 tahun, dan 6 tahun. Saat ini, seluruh adiknya masih mengenyam pendidikan. Salah satu adiknya mendapatkan bantuan beasiswa sehingga dapat membantu meringankan biaya sekolah keluarga.
Berbeda dengan adik-adiknya, Luis tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi orang tua. Sejak berhenti sekolah, ia memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Salah satu pekerjaan yang ia jalani adalah sebagai tukang parkir di kawasan Marina Mart, Manokwari.
Hampir setiap hari, Luis menjaga parkir dengan jam kerja yang tidak menentu. Dalam sehari, ia memperoleh penghasilan sekitar Rp. 20 ribu hingga Rp. 30 ribu. Penghasilan tersebut masih harus dibagi dengan beberapa rekan sesama penjaga parkir.
Luis tinggal bersama keluarganya di Kompleks Mulyono, Manokwari. Di sela aktivitasnya bekerja, keinginan untuk kembali melanjutkan pendidikan masih ada. Keinginan tersebut muncul ketika ia melihat adik-adiknya dan teman-teman seusianya yang masih dapat bersekolah tanpa harus memikirkan biaya pendidikan.
“Saya sebenarnya ingin lanjut sekolah, tapi sebagai anak pertama saya harus bantu orang tua dulu. Sekarang saya kerja jaga parkir supaya bisa bantu orang tua dan untuk saya punya kebutuhan juga,” ujar Luis Amunauw.
Sebagai anak pertama, Luis memahami kondisi ekonomi keluarga. Kesadaran tersebut membuatnya menjalani peran untuk membantu orang tua, sembari tetap menyimpan keinginan melanjutkan pendidikan di kemudian hari.
Setiap hari, Luis kembali berdiri di area parkir Marina Mart. Dari tempat itu, ia menjalani rutinitasnya, menjaga kendaraan pengunjung, sekaligus menjaga harapan bagi keluarganya.
Penulis : G. Nadia Fernanda