Margarita Koridama : Generasi Emas 2045 Harus Dibangun Dari PAUD

Bintuni, TopbNews.com – Fondasi “Generasi Emas 2045” harus dimulai sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Masyarakat dan Kampung DPMK Papua Barat, Margarita Koridama, saat membuka penguatan kapasitas guru PAUD di Teluk Bintuni.

“PAUD itu dasar utama. Generasi Papua untuk menuju Papua Emas harus kita persiapkan dari sekarang, bukan nanti,” tegas Margarita, Senin (2/9/2026).

Program peningkatan kapasitas guru PAUD digelar DPMK Provinsi Papua Barat di Sanggar DPMK Kabupaten Teluk Bintuni. Sebanyak 60 guru dari 30 PAUD mengikuti pembekalan materi pendidikan dan psikologi anak usia dini.

Margarita menyebut Teluk Bintuni dipilih karena masih ada anak-anak Papua yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan.

“Jika kita serius bicara Papua Cerdas dan Indonesia Emas 2045, intervensi harus dimulai dari kelompok usia paling dasar,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber Kepala DPMK Papua Barat Legius Wanimbo dan psikolog dari Batara Kampus, Mega. Para guru tidak hanya dibekali teknik mengajar, tetapi juga pemahaman psikologi anak dan cara mendidik.

Selain pelatihan, 30 PAUD juga menerima bantuan hibah 16 jenis kebutuhan pembelajaran. Antara lain buku tulis, Iqra, krayon, lego, bola, dan alat permainan edukatif. Molding block masih dalam proses pengiriman.

Total anggaran program sekitar Rp500 juta dari APBD DPMK Papua Barat 2026. Sekitar Rp144,8 juta dialokasikan untuk hibah, sisanya untuk pelatihan, koordinasi, monitoring dan evaluasi.

“Bantuan ini bentuk kehadiran pemerintah terhadap PAUD yang selama ini masih terbatas,” kata Margarita.

Margarita menyebut program ini lahir dari “belanja masalah”. Ia turun langsung melihat kondisi PAUD di lapangan. Ada PAUD yang masih memakai rumah warga sebagai ruang belajar, dan pengajar yang berasal dari Sekolah Minggu atau komunitas keagamaan.

“Orang melihat PAUD itu sepele. Tapi bagi saya PAUD itu luar biasa. Masyarakat sudah lebih dulu mempersiapkan anak-anak. Pemerintah harus hadir membantu,” ujarnya.

Ia meminta ilmu dari pelatihan diteruskan ke anak, orang tua dan masyarakat. “Keberhasilan bukan diukur dari berapa guru yang hadir, tapi seberapa jauh ilmunya berdampak pada anak-anak.”

Program ini merupakan proyek perubahan Margarita saat PIM IV. Sebelumnya telah dilaksanakan di Manokwari dengan 40 peserta dari 20 PAUD. Kedepan, DPMK menargetkan Kaimana dan Teluk Wondama pada 2027. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!