
Manokwari, TopbNews.com – Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Manokwari. Salah satunya dirasakan Lenora Winda Trapen, pemilik UMKM Papua Yombex, yang mengembangkan usaha puding rumahan dengan berbagai varian rasa dan tampilan menarik.
Dalam wawancara bersama TopbNews.com, Lenora mengaku momentum Ramadan selalu membawa peningkatan permintaan, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa dan hantaran keluarga.
“Biasanya kalau Ramadan, pesanan meningkat. Banyak yang pesan puding untuk buka puasa bersama, sampai untuk dibagikan ke keluarga dan tetangga. Puding itu simpel, manis, dan disukai semua usia”, ujarnya.
Untuk harga, Lenora memastikan produknya tetap ramah di kantong. Puding kecil dibanderol Rp15.000 per cup. Sementara untuk paket isi 9 cup dijual seharga Rp130.000 per paket. Sedangkan untuk paket spesial HBD (Happy Birthday) ditawarkan dengan harga Rp150.000, lengkap dengan dekorasi menarik sesuai pesanan.
Menariknya, di balik manisnya peluang usaha itu, terselip nilai kebersamaan dan toleransi yang kuat. Lenora yang beragama Kristen mengaku tetap bersemangat menyiapkan puding bagi warga Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Walaupun saya bukan Muslim, tapi saya senang bisa ikut ambil bagian dengan menyiapkan puding untuk saudara-saudara yang berpuasa. Ini bentuk kebersamaan dan saling menghargai di Manokwari”, tuturnya.
Baginya, Ramadan bukan sekadar momentum bisnis, melainkan juga waktu untuk berbagi dan mempererat persaudaraan antarumat beragama. Ia merasa bahagia ketika hasil usahanya bisa menjadi bagian dari momen berbuka puasa keluarga-keluarga di Manokwari.
Lenora menuturkan, ide usaha puding berawal dari hobi membuat makanan penutup untuk keluarga. Dari dapur sederhana di rumahnya, ia mulai menerima pesanan kecil-kecilan hingga akhirnya berkembang menjadi usaha tetap yang kini dikenal pelanggan setianya.
Menurutnya, kunci bertahan di tengah persaingan UMKM adalah menjaga kualitas rasa dan tampilan. Ia memastikan bahan yang digunakan aman dan berkualitas, serta terus berinovasi dengan bentuk dan varian rasa agar tidak monoton.
“Orang beli bukan hanya karena rasa, tapi juga karena tampilannya menarik. Jadi saya selalu coba buat yang beda, ada yang bentuk bunga, karakter, sampai kombinasi cokelat dan susu yang lembut”, jelasnya.
Ia juga mengakui tantangan UMKM tidak ringan, terutama terkait harga bahan baku yang kadang naik menjelang hari besar keagamaan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berproduksi demi membantu perekonomian keluarga.
“Usaha ini sangat membantu ekonomi keluarga kami. Dari sini kami bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan terus berkembang pelan-pelan”, ungkapnya.
Lenora berharap ke depan UMKM lokal di Papua Barat semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
Ia mengajak warga untuk lebih mencintai produk lokal karena secara tidak langsung turut membantu perekonomian keluarga-keluarga kecil.
“Kalau bukan kita yang dukung usaha lokal, siapa lagi? Dengan beli produk UMKM, kita bantu roda ekonomi terus berputar”, katanya penuh semangat.
Di bulan suci Ramadan ini, Lenora optimistis usaha pudingnya akan terus berkembang. Baginya, setiap pesanan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga wujud kebersamaan, toleransi, dan kepercayaan yang harus dijaga dengan sepenuh hati. (*)
Penulis : Marthina Marisan