
Teminabuan, TopbNews- Sejumlah poin dihasilkan dalam Rapat Kerja LMA Sorong Selatan. Beberapa di antaranya, yakni LMA Sorong Selatan menyatakan siap mengawal kebijakan pemerintah yang terkait dengan pelaksanaan Otsus Jilid II. LMA juga meminta pemerintah memberi alokasi khusus anggaran pembinaan, pelestarian dan pengembangan budaya dan adat istiadat daerah. Bukan itu saja. LMA mendesak agar pengelolaan dana otsus dilakukan secara transparan, efektif dan tepat sasaran. Termasuk adanya mendorong alokasi dana otsus untuk Pemberdayaan Ekonomi lokal guna mendorong UMKM Mama Papua.
“Beberapa poin hasil raker, akan kita serahkan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah sehingga bisa menjadi acuan bagi pemerintah. Hasil-hasil ini juga tidak hanya berhenti disini. Tapi akan kita kawal dalam pelaksanaanya nanti. Bagaimana pun ini adalah forum lembaga adat resmi,” ujar Franky Umpai, Ketua Harian LMA Papua Barat yang dihubungi via telepon, Selasa (24/1).
Menurut Franky, LMA merupakan organisasi resmi yang memiliki struktur berdasarkan aturan organisasi. Forum raker, kata dia, merupakan ajang mengevaluasi dan menyusun program dalam rangka pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.
“Hasil yang didapatkan dari raker, menjadi bukti bahwa LMA turut ambil bagian dalam memberi sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah. LMA dan pemerintah adalah mitra strategis,” sambung Franky. (*)
Penulis: Sidarman