
Maybrat, TopbNews.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya merespon positif aspirasi para pemuda dari Distrik Aitinyo Tengah untuk menghadirkan Sekolah Pendidikan Adat di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Ketua Harian LMA Papua Barat/Papua Barat Daya, Franky Umpain mengatakan, Pendidikan Adat penting untuk membentuk karakter pemimpin masa depan Papua.
“Tentu ini hal yang positif, hal yang baik dan jika itu menjadi harapan-harapan daripada generasi muda papua untuk membentuk karakter dan mempersiapkan Pemimpin Papua masa depan yang tidak mengabaikan adat sebagai jati diri mereka, kami LMA akan dorong itu,” ujar Franky di Maybrat, Minggu (8/10).
LMA kata Franky menyambut baik usulan tersebut dan akan mendiskusikannya dalam internal kelembagaan untuk segera mendorong terbentuknya Sekolah Pendidikan Adat tersebut.
“Ini membutuhkan diskusi-diskusi kita dengan pihak-pihak terkait baik pemerintah tapi juga dengan para pemangku kepentingan yang lain agar niat baik ini harus kita jawab dengan tentu melihat perkembangan zaman dan modernisasi hari ini tentu kiatnya kita mulai mencari format yang tepat,” katanya.
Dijelaskannya, perkembangan IT saat ini menuntut adanya profesionalisme tanpa mengabaikan kearifan adat.

“Artinya modernisasi menuntut kita orang adat harus juga mengikuti perkembangan zaman, energi terbarukan teknologi menuntut kita untuk harus juga berpartisipasi sehingga konsep kita adalah kalau ini memang pendidikan adat untuk membentuk karakter dan juga bagaimana mereka memiliki keilmuan yang baik tentu konsepnya adalah kita akan mendorong pendidikan khusus untuk para pemangku adat dan juga para generasi muda yang bersedia diri untuk kerja-kerja sosial di lembaga masyarakat adat tetapi juga mereka mengharapkan ada kerinduan mereka untuk kedepan dapat menjadi pemimpin yang berkarakter dan berwibawa,” jelasnya.
LMA sendiri menurut Franky memiliki program penguatan kapasitas, yang lebih kepada para pemangku adat dan juga pengurus. Namun dengan usulan Pendidikan Adat ini, LMA akan mendorong pola yang tepat untuk melahirkan pemimpin papua yang berkarakter.
“Apakah melalui pola asrama, mereka dikarantinakan agar mereka tidak terkontaminasi dengan lingkungan karena lingkungan hari ini mempengaruhi karakter anak-anak papua untuk menjadi pemimpin. Jadi mari kita diskusikan pola yang tepat untuk membentuk karakter dan pemimpin Papua ke depan yang berkarakter adat, berjiwa nasionalisme dan juga memiliki jiwa yang mencintai adat sebagai jati diri mereka,” terangnya sembari mengingatkan, Papua saat ini miskin Pemimpin yang memiliki karakter dan mengabaikan adat.
Penulis : Tesan