
Manokwari, TopbNews.com – Penyaluran kredit UMKM di Papua Barat dan Papua Barat Daya tembus Rp5,34 triliun hingga akhir Mei 2026. Angka itu cerminkan besarnya peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Kepala OJK Papua Barat & Papua Barat Daya, Budi Rahman menyebut UMKM jadi fokus utama perbankan karena kontribusi besar ke pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Kualitas kredit juga terjaga. Rasio NPL UMKM Mei 2026 sebesar 3,69%, masih di bawah ambang sehat 5%.
“Angka ini sinyal positif bagi bank untuk terus salurkan kredit produktif ke UMKM,” ujar Budi saat Journalist Update, Selasa (30/6/2026).
OJK menilai masih banyak pelaku usaha potensial belum dapat akses pembiayaan formal. Karena itu OJK dorong perbankan perluas layanan inklusif, terutama bagi usaha layak kredit.
Kinerja perbankan Papua Barat & Papua Barat Daya per 31 Mei 2026:
- Total aset : Rp32,27 triliun, naik 8,37% yoy
- DPK : Rp16,77 triliun, naik 10,36% yoy
- Kredit : Rp19,31 triliun, naik 5,02% yoy
- LDR : 115,15%, likuiditas memadai
- NPL : 3,80%, masih terkendali
Budi tegaskan OJK perkuat sinergi dengan Pemda, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan. Tujuannya perluas akses keuangan, tingkatkan literasi, dan pastikan pembiayaan jangkau sektor produktif.
Ia berharap akses pembiayaan UMKM makin kuat dorong ekonomi inklusif, agar manfaat pembangunan dirasakan lebih luas masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya. (*)
Penulis : Rian Lahindah