
Manokwari, TopbNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari menggelar Live Streaming (Peliputan Langsung Via Link Youtube KPU Manokwari) perihal pelaksanaan Simulasi Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Pemilu Tahun 2024, di Hotel Aston Niu Manokwari, 1 Februari 2024.
Live streaming simulasi bertujuan memudahkan dan mensosialisasikan kepada seluruh petugas KPPS yang tersebar di wilayah daerah Pemilihan Kabupaten Manokwari. Mengingat hari pemungutan suara tinggal menghitung 13 hari kedepan.
“Harapannya, seluruh petugas KPPS mulai dari petugas Linmas, KPPS 1 hingga KPPS 6 serta saksi-saksi dan partai politik maupun pemantau dan pengawas Pemilu dapat memahami tugas dan tanggungjawab selama proses pelaksanaan Pemilu. Mulai dari pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan surat suara hingga tahapan rekapitulasi penghitungan surat suara oleh petugas KPPS,” ungkap Sidarman selaku Komisioner KPU Manokwari Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Manokwari.
Mewakili Ketua KPU Manokwari, Sidarman menjelaskan gambaran umum simulasi hari ini merupakan praktek langsung para petugas KPPS pasca mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek). Harapannya, simulasi ini adalah gambaran yang akan dihadapi oleh petugas KPPS selama proses pemungutan suara berlangsung di masing-masing TPS, kemudian tahapan penghitungan surat suara serta rekapitulasi hasil penghitungan surat suara.
“Jadi simulasi hari ini adalah gambaran umum situasi di TPS saat proses pemungutan suara berlangsung. Kalau Bimtek kemarin lebih banyak teori dan belajar mengisi formulir, maka hari ini adalah prakteknya,” sebut Sidarman.

Ia menyebut, praktek atau simulasi ini langsung disaksikan Bawaslu Manokwari serta partai politik peserta Pemilu yang akan menerjunkan saksi-saksinya di TPS.
Nantinya, aku Sidarman, pada lokasi TPS berukuran 8 x 10 meter persegi, penyelenggara pemilu yang diwakili KPPS serta partai politik yang diwakili masing-masing saksi serta badan pengawas akan berada dalam satu ruangan yang sama, sehingga praktek hari ini dapat dipahami dinamika dan kondisi yang akan terjadi di TPS saat pemungutan suara berlangsung.
“Jadi ada 3 pekerjaaan yang harus dilakukan yaitu lakukan pemungutan, lakukan perhitungan, lakukan rekapitulasi. Termasuk pembangunan TPS saya himbau tidak asal-asalan. Karena dana yang disediakan untuk menyiapkan TPS adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dan harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan. Kami dari KPU akan melakukan monitoring dan pemantauan kondisi TPS tepatnya 1 hari sebelum hari pelaksanaan,” tegas Sidarman.
Sidarman juga mengingatkan serta menghimbau petugas PPS di tingkat Kelurahan dan PPD di tingkat Distrik agar melaporkan ke KPU jika mendapati bangunan TPS tidak sesuai standar yang ditetapkan.
“Saya ingatkan kembali bahwa 2 prinsip yang harus dilaksanakan adalah melaksanakan Pemilu LUBER dan JURDIL. Jika melanggar 2 prinsip tersebut, maka siap-siap dipidanakan. Jalankan saja aturan sesuai regulasi dan Juknis yang sudah dibekali saat Bimtek dan dibagikan sebagai pegangan kepada setiap petugas KPPS. Jangan buat hal-hal tambahan, karena kita tidak bisa tidur nyenyak,” urai Sidarman.
Hal selanjutnya yang diingatkan Sidarman adalah betul-betul melayani sesuai motto KPU yaitu melayani dengan baik. Jangan tawar-menawar dengan aturan yang berlaku. Sampaikan secara baik kepada warga pemilih yang hadir. Termasuk melayani dengan baik pemilih disabilitas yang memiliki hak suara.
“Layani kategori DPT dengan kategori pemilih VIP. Pastikan mereka menggunakan hak pilih dan jangan mengurangi. Ingat sanksi menanti jika ada KPPS yang terbukti melakukan pelanggaran akan dihukum dengan kurungan penjara dan denda uang,” papar Sidarman.
Hadir dalam simulasi tamu undangan Bawaslu Kabupaten Manokwari, Kejari Manokwari, Kapolresta, Dandim, Kepala Lapas Khusus Perempuan, Pimpinan Parpol, awak media serta petugas KPPS.
Penulis : Redaksi