Kopi Anggi Lolos Seleksi Industri Kreatif Syariah Nasional 2025

Manokwari, TopbNews.com – Tak Kenal Maka Tak Sayang. Itulah ungkapan peribahasa yang perlu kita ketahui tentang Barto Inden. Putra Arfak ini adalah Owner Kopi Anggi yang dinyatakan lolos seleksi Industri Kreatif Bank Syariah (IKRA) tingkat nasional yang difasilitasi KPw Bank Indonesia Provinsi Papua Barat.

Pemilik brand Kopi Anggi yang khas dari ketinggian 2.000 mdpl. Dia dinyatakan lolos dalam seleksi program Industri Kreatif Syariah (IKRA) tingkat nasional yang digagas Bank Syariah Indonesia (BSI). Program inisiatif strategis untuk mendorong pelaku industri kreatif berbasis ekonomi syariah di Indonesia.

Lolosnya Barto Inden dalam program ini merupakan hasil fasilitasi dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua Barat, aktif mendorong pelaku UMKM lokal agar dapat tampil dan bersaing di level nasional.

“Saya sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya kemenangan untuk saya pribadi, tapi juga untuk masyarakat Arfak dan seluruh petani kopi di Anggi. Kami siap membawa kopi Pegunungan Arfak dikenal lebih luas lagi,” ujar Barto.

“Harapan saya, dengan lolosnya Kopi Anggi dalam program IKRA ini menjadi peluang besar untuk kemajuan ke depan. Untuk itu, saya berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung dan memfasilitasi para petani dalam mengembangkan Kopi Anggi di 10 distrik dan 166 kampung di Pegunungan Arfak. Kita harus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin terbuka,” ucapnya mempromosikan.

Kopi Anggi dikenal dengan keunikan rasa yang lahir dari tanah subur Pegunungan Arfak, dikelola secara alami dan penuh kearifan lokal. Keikutsertaan dalam program IKRA membuka jalan menuju pendampingan bisnis, pelatihan, serta akses pasar dan pembiayaan berbasis syariah yang lebih luas.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan komunitas lokal seperti Komunitas AMIN (Anak Milenial Inspiratif Negeri) dan Yayasan Tunas Muda Harapan, yang turut membina semangat kewirausahaan muda Papua Barat melalui penguatan sektor kopi, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Penulis : Marthina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!