Ketua PWI Papua Barat Ajak Generasi Muda Berpartisipasi Aktif dalam Pemilu

Manokwari, TopbNews.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, Bustam, menegaskan pentingnya partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi, terutama pada pemilu mendatang. Menurutnya, keterlibatan kaum muda memiliki dampak besar terhadap perjalanan demokrasi Indonesia yang semakin matang.

“Generasi muda harus paham bahwa mereka adalah bagian dari perjalanan demokrasi bangsa ini. Jika sebelumnya mereka tidak terlibat, kini saatnya mereka aktif berpartisipasi karena sudah memenuhi syarat usia,” ujar Bustam pada kegiatan Media Gathering yang digelar Bawaslu di Manokwari, pada Kamis (21/11).

Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi pemilih muda merupakan kunci dalam menciptakan proses demokrasi yang inklusif dan berdaya guna.

Dengan meningkatnya jumlah pemilih muda setiap tahunnya, Bustam berharap mereka tidak hanya menggunakan hak pilih tetapi juga memahami arti penting suara mereka dalam menentukan arah kebijakan negara.

“Pemilu bukan hanya soal memilih calon pemimpin. Ini adalah momen di mana kita, sebagai warga negara, berkontribusi pada masa depan bangsa. Kita harus memastikan pemilih muda memahami bahwa hak suara mereka berpengaruh besar pada kebijakan yang akan datang,” katanya.

Bustam juga menyoroti peran media sosial dalam mempengaruhi pemikiran generasi muda. Meski media sosial memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, ia mengingatkan agar informasi yang beredar diverifikasi terlebih dahulu.

“Jangan sampai termakan hoaks. Jadikan media sosial sebagai alat edukasi, bukan justru menyebarkan informasi yang menyesatkan,” tambahnya.

Ketua PWI Papua Barat ini optimistis bahwa Papua Barat mampu menjadi model demokrasi yang baik bagi Indonesia. Dengan populasi sekitar satu juta lebih, ia menekankan pentingnya memastikan semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, terlibat dalam tahapan pemilu.

Bustam juga mengapresiasi kerja KPU dan penyelenggara lainnya dalam memastikan pemilu berjalan sesuai aturan.

“Proses demokrasi kita di Indonesia membutuhkan waktu yang tidak singkat, berbeda dengan negara-negara lain. Tetapi ini menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari tiga besar demokrasi terbesar dunia. Ini pencapaian yang harus kita jaga bersama, ” ” tutupnya. (*/KY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!