Ketua MRPB Sebut Pendidikan Kunci Masa Depan Anak Papua

Bintuni, TopbNews.com – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Waprak menyebut pendidikan merupakan satu-satunya kunci keberhasilan bagi setiap anak bangsa, terutama bagi putra dan putri daerah di Tanah Papua.

“Pendidikan adalah kunci masa depan bagi setiap anak bangsa dan secara khusus bagi anak-anak Papua,” Tegas Judson saat menghadiri peringatan Hardiknas Tahun 2025 di Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (2 Mei 2025).

Pendidikan, aku Judson memegang peran sangat strategis bagi anak-anak Papua, khususnya di Negeri Bakau Sisar Matiti. “Pendidikan adalah hal yang paling penting bagi anak-anak Papua secara umum, dan lebih khusus lagi bagi anak-anak kita di Kabupaten Teluk Bintuni,” sebutnya.

Lewat Otonomi Khusus, Judson berpesan agar pemerintah lebih berperan lebih besar dalam menciptakan peluang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia orang asli Papua.

Judson mengajak seluruh masyarakat adat dari tujuh suku di Teluk Bintuni untuk bergandengan tangan membantu pemerintah, mendukung visi dan misi Bupati Teluk Bintuni serta Gubernur Papua Barat dalam membangun pendidikan yang lebih baik.

Tak lupa Judson menghimbau seluruh masyarakat menjaga dan memanfaatkan fasilitas pemerintah yang diberikan dengan baik. Pasalnya, program pemerintah sangat bermanfaat dan tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

“Saya mengimbau kepada para orang tua dan seluruh masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas dan program yang telah diberikan pemerintah, demi kepentingan pendidikan anak-anak kita, khususnya anak-anak asli Papua,” imbuhnya.

Judson juga memberi apresiasi kepada Bupati Teluk Bintuni, Yohanes Manibuy, atas peluncuran program “Menyala Internetku”, yang berhasil menjangkau kampung-kampung terpencil, karena sebelumnya tidak terhubung dengan jaringan internet. Hal ini membuktikan keseriusan Bupati menjalankan program 100 hari kerja.

“Saya berharap program menyala internet-ku dapat terus ditingkatkan hingga ke semua pelosok di Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga proses pembelajaran dari para siswa/siswi di daerah terpencil tidak mengalami ketertinggalan,” aku Judson.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!